telkomsel halo

ITSEC bangun Pusat Talenta Cybersecurity dan AI

06:09:00 | 12 Aug 2026
ITSEC bangun Pusat Talenta Cybersecurity dan AI
JAKARTA (IndoTelko) - PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) resmi meluncurkan ITSEC Cyber & AI Academy sebagai langkah memperkuat kesiapan talenta digital Indonesia menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan meningkatnya ancaman siber.

Akademi yang berlokasi di kantor pusat ITSEC Asia, Jakarta, tersebut menghadirkan program pembelajaran berbasis praktik dengan menggabungkan cybersecurity, AI, serta teknologi simulasi yang dirancang sesuai kebutuhan industri.

Peluncuran ini dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga profesional yang mampu membangun sekaligus mengamankan teknologi digital. Perusahaan dan organisasi kini membutuhkan talenta yang tidak hanya memahami pengembangan AI, tetapi juga mampu menjaga keamanan sistem, menguji kerentanan, serta menerapkan tata kelola teknologi secara bertanggung jawab.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Nezar Patria mengatakan, Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital pada 2030. Namun, jumlah talenta yang tersedia saat ini masih berada di kisaran 3 juta sehingga diperlukan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan.

“Inisiatif seperti ITSEC Cyber & AI Academy dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan talenta di bidang cybersecurity dan AI,” ujar Nezar.

President Director ITSEC Asia Patrick Dannacher mengatakan, pengalaman perusahaan selama 16 tahun di bidang cybersecurity menjadi dasar dalam membangun program pengembangan kompetensi tersebut.

“Selama ini ITSEC Asia berada di garis depan cybersecurity. Kini pengalaman tersebut kami bawa untuk membangun generasi berikutnya yang mampu menjaga masa depan digital Indonesia,” kata Patrick.

ITSEC Cyber & AI Academy memiliki dua fokus utama. Pertama, Cybersecurity Academy: Defend & Attack, yang membekali peserta kemampuan memahami, menguji, mempertahankan, serta merespons ancaman siber.

Kedua, AI Academy: Build & Govern, yang berfokus pada pengembangan, penerapan, dan pengelolaan teknologi AI dengan memperhatikan aspek keamanan serta tata kelola.

Selain materi pembelajaran, akademi ini juga didukung ekosistem teknologi yang mencakup proses asesmen, pelatihan, hingga simulasi keamanan siber. Platform seperti AKSI, CAKRA, SAKTI, PERISAI, dan JAGA dirancang untuk membantu peserta mengukur kemampuan, mengikuti pembelajaran adaptif, serta berlatih menghadapi skenario ancaman digital yang menyerupai kondisi nyata.

President Director ITSEC Cyber & AI Academy Yulius C. Rusli mengatakan, pendekatan pembelajaran dibuat berdasarkan kebutuhan profesional di lapangan.

“Peserta tidak hanya mempelajari teori cybersecurity dan AI, tetapi juga menguji kemampuan melalui asesmen, simulasi, dan praktik yang relevan dengan tantangan pekerjaan,” ujarnya.

Selain membangun pusat pembelajaran, ITSEC Asia juga memperkenalkan program ITSEC CyberTalent untuk mendukung talenta muda Indonesia yang memiliki potensi di bidang keamanan siber.

Salah satu penerima dukungan dalam program tersebut adalah Ibrahim Al Abrar, pelajar asal Boyolali, Jawa Tengah, yang mendapatkan apresiasi dari NASA setelah menemukan dan melaporkan kerentanan keamanan pada salah satu sistem publik NASA melalui program Vulnerability Disclosure Policy (VDP).

Melalui dukungan perangkat pembelajaran, pelatihan bersama ahli cybersecurity, serta peluang pengalaman industri, ITSEC Asia berharap dapat membuka akses lebih luas bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan di bidang teknologi keamanan digital.

GCG BUMN
ITSEC Asia menilai pengembangan talenta cybersecurity dan AI menjadi faktor penting bagi Indonesia agar mampu menghadapi ancaman digital sekaligus memanfaatkan teknologi AI secara aman dan berkelanjutan. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories