IBM Dicoding perkuat ekosistem talenta AI Indonesia

07:38:00 | 07 Aug 2026
IBM Dicoding perkuat ekosistem talenta AI Indonesia
JAKARTA (IndoTelko) - IBM Indonesia bersama Dicoding Indonesia resmi merayakan kelulusan peserta Pijak 2026, program pengembangan talenta digital yang dirancang untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi kebutuhan industri di era kecerdasan buatan (AI).

Seremoni kelulusan yang berlangsung pada 30 Juli 2026 tersebut menjadi penutup rangkaian pembelajaran intensif berbasis proyek yang memberikan peserta pengalaman dalam mengembangkan kemampuan teknologi AI dari tingkat dasar hingga lanjutan.

Pijak merupakan program kolaborasi IBM Indonesia melalui IBM SkillsBuild bersama Dicoding Indonesia yang bertujuan memperluas akses pendidikan teknologi dan AI bagi masyarakat Indonesia.

Program ini mendapat respons positif dengan lebih dari 20.000 peserta yang memperoleh akses pembelajaran melalui platform IBM SkillsBuild. Materi yang diberikan mencakup pengenalan kecerdasan buatan, generative AI, etika AI, hingga keterampilan pengembangan karier.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 600 peserta dengan performa terbaik melanjutkan ke tahap pembelajaran berbasis proyek dengan total lebih dari 900 jam pelatihan. Dalam prosesnya, peserta mendapatkan pendampingan dari praktisi industri untuk mengembangkan solusi berbasis AI.

Hasilkan Lebih dari 100 Proyek Berbasis AI

Selama program berlangsung, peserta berhasil menghasilkan lebih dari 100 proyek akhir atau capstone project yang berfokus pada penyelesaian berbagai tantangan nyata di masyarakat dan sektor industri.

Salah satu proyek unggulan adalah Sigap AI, sebuah platform berbasis AI yang membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memahami ulasan pelanggan, melakukan analisis sentimen, menemukan permasalahan utama, serta memberikan rekomendasi yang dapat diterapkan.

General Manager IBM ASEAN, Catherine Lian, mengatakan perkembangan teknologi AI membuat kebutuhan terhadap talenta yang mampu memahami dan memanfaatkan teknologi tersebut semakin meningkat.

“Transformasi AI terus berkembang dengan cepat. Masa depan akan ditentukan oleh individu yang tidak hanya mampu menggunakan AI, tetapi juga dapat berkolaborasi dengan teknologi tersebut secara bertanggung jawab,” ujarnya.

Dorong Kesiapan Peserta Masuk Dunia Kerja

CEO Dicoding Indonesia, Narenda Wicaksono, menyampaikan bahwa program Pijak tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga membantu peserta mendapatkan peluang karier di industri digital.

Menurutnya, Dicoding bersama IBM SkillsBuild akan menghadirkan Pijak Career Fair untuk mempertemukan lulusan program dengan perusahaan yang membutuhkan talenta digital berkualitas.

“Kami ingin memastikan peserta yang telah menyelesaikan program memiliki peluang lebih luas untuk memasuki dunia kerja dan berkontribusi di industri teknologi,” kata Narenda.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. med. Setiawan, dr, mengapresiasi dampak program tersebut dalam meningkatkan kemampuan AI generasi muda Indonesia.

Ia mendorong keberlanjutan program Pijak hingga 2027 agar semakin banyak talenta nasional yang mampu mendukung transformasi digital dan pertumbuhan ekonomi.

Libatkan Ribuan Institusi Pendidikan

Keberhasilan Pijak 2026 juga didukung oleh keterlibatan lebih dari 1.200 institusi pendidikan di berbagai wilayah Indonesia. Partisipasi tersebut memperluas kesempatan mahasiswa dan komunitas akademik untuk memperoleh akses pembelajaran teknologi digital.

Melalui kolaborasi antara industri, institusi pendidikan, dan pemerintah, IBM Indonesia dan Dicoding berharap Pijak dapat terus menjadi salah satu wadah pengembangan talenta AI yang mampu menjawab kebutuhan transformasi digital Indonesia. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait