JAKARTA (IndoTelko) - PT Bank UOB Indonesia (UOB Indonesia) dan PT Suryacipta Swadaya menjalin kemitraan strategis untuk mempercepat arus investasi serta memperkuat pengembangan kawasan industri di Indonesia.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di sela acara ASEAN Conference 2026 yang berlangsung di Resorts World Sentosa, Singapura.
Melalui kolaborasi ini, kedua perusahaan akan fokus pada tiga area utama, yakni penyediaan solusi perbankan terintegrasi bagi klien kawasan industri dan rantai pasoknya, fasilitasi investasi domestik maupun internasional, serta pengembangan kegiatan pemasaran strategis untuk menarik minat investor.
Wholesale Banking Director UOB Indonesia, Harapman Kasan, mengatakan Indonesia memiliki peluang besar untuk menarik investasi berkualitas seiring perubahan dan perkembangan rantai pasok global.
“Diperlukan kemitraan yang mampu menghubungkan investor global dengan ekosistem lokal, mempercepat pengembangan kawasan industri, serta menciptakan lapangan kerja berkualitas,” ujar Harapman.
Kolaborasi ini memanfaatkan jaringan regional UOB serta Foreign Direct Investment (FDI) Advisory Unit yang telah dibentuk sejak 2011 untuk membantu perusahaan melakukan ekspansi di kawasan ASEAN.
Hingga saat ini, FDI Advisory Unit UOB telah membantu lebih dari 500 perusahaan dalam merealisasikan investasi di Indonesia. Sejak 2020, investasi yang difasilitasi UOB diproyeksikan mencapai lebih dari S$20 miliar dan berpotensi menciptakan lebih dari 100 ribu lapangan kerja.
Chief Commercial Officer PT Suryacipta Swadaya, Abednego Purnomo, mengatakan kerja sama ini memperkuat upaya kedua pihak dalam menghadirkan ekosistem industri yang mendukung investor asing, khususnya sektor bernilai tambah tinggi.
“Dengan menggabungkan jaringan regional dan kemampuan finansial UOB dengan konektivitas strategis serta efisiensi operasional Subang Smartpolitan, kami menghadirkan ekosistem industri generasi baru bagi investor,” kata Abednego.
Melalui kemitraan tersebut, UOB dan Suryacipta akan mendukung pengembangan kawasan Suryacipta City of Industry dan Subang Smartpolitan sebagai destinasi investasi industri, termasuk sektor manufaktur dan kendaraan listrik.
UOB sebelumnya juga menjadi bank regional pertama yang menjalin kemitraan strategis dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melalui pembentukan satuan tugas untuk mendukung masuknya investasi berskala besar ke Indonesia.
Kedua perusahaan berharap kerja sama ini dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi utama di kawasan ASEAN, sekaligus mendukung transformasi industri, penguatan rantai pasok nasional, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. (mas)