JAKARTA (IndoTelko) - Meta memperluas kemampuan asisten kecerdasan buatannya melalui pembaruan terbaru Meta AI yang kini tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga mampu membantu pengguna merencanakan hingga menyelesaikan berbagai aktivitas secara otomatis.
Pembaruan ini didukung model terbaru Muse Spark 1.1 yang menjadi teknologi inti di balik Meta AI pada aplikasi Meta dan platform meta.ai. Model tersebut dirancang agar AI mampu memahami konteks pengguna, menyusun strategi, serta menjalankan rangkaian tugas dari awal hingga selesai.
Melalui kemampuan baru ini, pengguna dapat meminta Meta AI membantu berbagai kebutuhan sehari-hari. Mulai dari merancang renovasi rumah, membuat program latihan olahraga, menyusun agenda pribadi, hingga mencari rekomendasi restoran berdasarkan jadwal pengguna.
Sebagai contoh, saat pengguna ingin memperbarui desain dapur, Meta AI dapat memahami preferensi gaya, membantu mencari perlengkapan yang sesuai anggaran melalui Marketplace, serta membuat gambaran visual atau mood board sebagai referensi.
Untuk kebutuhan lain, Meta AI juga dapat membuat rencana latihan maraton berdasarkan waktu luang pengguna dan memberikan pengingat secara berkala. Selain itu, AI ini mampu membantu menyusun agenda harian dengan membaca jadwal kalender, mendeteksi kemungkinan benturan waktu, serta memberikan rangkuman aktivitas pengguna.
Meta juga meningkatkan kemampuan riset pada Meta AI. Pengguna dapat meminta AI mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, mulai dari jurnal penelitian hingga konten komunitas, kemudian merangkumnya dalam bentuk yang lebih mudah dipahami. Hasil tersebut bahkan dapat dikembangkan menjadi materi visual seperti slide presentasi.
Tidak hanya bekerja secara otomatis, Meta AI kini memungkinkan pengguna memberikan arahan selama proses berlangsung. Pengguna dapat mengubah fokus, menyesuaikan gaya penulisan, atau meminta revisi tertentu tanpa harus menunggu proses selesai.
Seluruh hasil pekerjaan Meta AI, seperti jadwal, presentasi, maupun mood board, juga dapat disimpan agar mudah diakses kembali dan dikembangkan sesuai kebutuhan.
Meta menyebut fitur baru ini mulai tersedia secara bertahap di sejumlah wilayah melalui aplikasi Meta AI dan meta.ai. Dalam beberapa pekan ke depan, layanan tersebut akan diperluas ke lebih banyak negara dan platform lain, termasuk WhatsApp.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Meta dalam mengembangkan konsep personal superintelligence, yaitu teknologi AI yang mampu memahami kebutuhan individu dan menjadi pendamping digital dalam berbagai aktivitas pengguna. (mas)