telkomsel halo

73% infrastruktur public sector belum siap AI

08:08:00 | 23 Jul 2026
73% infrastruktur public sector belum siap AI
JAKARTA (IndoTelko) - Adopsi kecerdasan buatan (AI) di sektor publik terus meningkat, namun kesiapan infrastruktur teknologi masih menjadi tantangan utama. Hal itu terungkap dalam laporan Enterprise Cloud Index (ECI) 2026 edisi public sector yang dirilis Nutanix.

Survei tahunan tersebut menunjukkan organisasi di sektor publik, mulai dari instansi pemerintah pusat dan daerah hingga lembaga pendidikan, semakin memanfaatkan AI untuk berbagai kebutuhan, seperti penentuan kelayakan penerima manfaat, deteksi penipuan (fraud), dan peningkatan layanan publik.

Meski demikian, berbagai organisasi masih menghadapi kendala pada kesiapan infrastruktur, kompetensi sumber daya manusia, serta tata kelola teknologi. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan membangun infrastruktur hybrid modern yang mampu menopang implementasi AI.

Laporan Nutanix mencatat sebanyak 73% infrastruktur TI di sektor publik saat ini belum siap menjalankan beban kerja AI yang kompleks di lingkungan on-premises. Di sisi lain, 91% pemimpin TI di pemerintahan dan institusi pendidikan mengaku penggunaan AI yang tidak terverifikasi atau shadow AIberpotensi menimbulkan risiko terhadap keamanan maupun pencapaian organisasi.

Selain itu, sebanyak 87% responden memperkirakan penggunaan teknologi kontainerisasi aplikasi akan terus meningkat dalam tiga tahun ke depan sebagai bagian dari strategi modernisasi infrastruktur.

Temuan tersebut menunjukkan sektor publik kini berada pada fase penting transformasi digital. AI semakin banyak diterapkan dalam berbagai layanan, namun organisasi masih harus mengelola infrastruktur lama, private cloud, serta proses migrasi menuju cloud modern secara bersamaan.

Chief Technology Officer dan Vice President of Solution Engineering APJ Nutanix, Daryush Ashjari, mengatakan perhatian organisasi kini bergeser dari sekadar mengadopsi AI menuju kesiapan operasional yang lebih matang.

“Organisasi yang berhasil bukan lagi mereka yang mengejar setiap kemampuan AI terbaru, tetapi yang memperkuat fondasi infrastrukturnya melalui arsitektur berbasis kontainer yang aman sehingga mampu memanfaatkan AI dengan percaya diri sekaligus menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.

Menurutnya, bagi pemimpin TI di sektor publik, AI untuk layanan masyarakat, keselamatan publik, hingga pendidikan membutuhkan infrastruktur yang mampu menghadirkan kinerja tinggi, memenuhi regulasi, serta mendukung tata kelola data secara menyeluruh.

GCG BUMN
Karena itu, pembangunan infrastruktur hybrid yang modern dinilai menjadi fondasi penting agar implementasi AI dapat berjalan aman, efisien, dan tetap memenuhi kebutuhan kedaulatan data di lingkungan pemerintahan maupun institusi pendidikan. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories