telkomsel halo

Mayoritas warga Indonesia simpan dokumen penting di smartphone, ini risikonya

06:57:00 | 20 Jul 2026
Mayoritas warga Indonesia simpan dokumen penting di smartphone, ini risikonya
JAKARTA (IndoTelko) - Smartphone kini tidak lagi sekadar menjadi perangkat komunikasi, tetapi telah berkembang menjadi pusat penyimpanan berbagai informasi penting. Survei terbaru Kaspersky mengungkapkan sebanyak 57% responden di Indonesia menyimpan dokumen pribadi, seperti KTP, paspor, dokumen asuransi, hingga tiket perjalanan, di ponsel mereka.

Survei yang melibatkan responden di kawasan Asia Pasifik tersebut juga menunjukkan bahwa 77% responden Indonesia menjadikan smartphone sebagai perangkat utama untuk mengakses internet, lebih tinggi dibanding rata-rata kawasan yang mencapai 72%.

Selain dokumen pribadi, masyarakat Indonesia juga menyimpan berbagai informasi penting lainnya di perangkat seluler. Sebanyak 57% responden menyimpan email pekerjaan, 47% menyimpan kata sandi dan kredensial login, 45% menyimpan catatan serta pengingat, dan 44% menyimpan informasi belanja seperti riwayat transaksi maupun alamat pengiriman.

Di tingkat Asia Pasifik, data yang paling banyak tersimpan di smartphone adalah foto dan video pribadi (65%), kontak (57%), pesan dan riwayat percakapan (50%), serta dokumen pribadi (49%). Selain itu, 38% responden menyimpan informasi perbankan, 34% menyimpan kata sandi, dan 27% telah menyimpan riwayat percakapan dengan layanan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Pakar keamanan siber Kaspersky, Anton Kivva, mengatakan smartphone kini telah menjadi pusat aktivitas digital sehingga keamanan perangkat harus menjadi perhatian utama.

“Pertanyaan saat ini bukan lagi mengenai data apa yang disimpan di smartphone, melainkan bagaimana cara melindunginya. Seiring meningkatnya jumlah informasi sensitif yang tersimpan di perangkat, keamanan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penggunaan smartphone,” ujarnya.

Untuk mengurangi risiko kehilangan data maupun pencurian informasi, Kaspersky menyarankan pengguna menerapkan tiga langkah utama.

Pertama, jangan menjadikan smartphone sebagai satu-satunya tempat penyimpanan data penting. Dokumen sensitif, kata sandi, maupun informasi keuangan sebaiknya disimpan menggunakan layanan penyimpanan yang lebih aman, seperti password manager yang memiliki fitur penyimpanan terenkripsi.

Kedua, lengkapi perangkat dengan solusi keamanan siber yang mampu mendeteksi aplikasi berbahaya, memblokir tautan phishing secara real time, serta memberikan perlindungan terhadap ancaman digital lainnya.

Ketiga, siapkan langkah antisipasi apabila perangkat hilang atau dicuri. Pengguna disarankan mengaktifkan layanan pelacakan perangkat, melakukan pencadangan data secara otomatis, mengaktifkan penguncian layar sesaat setelah tidak digunakan, serta menjaga keamanan fisik smartphone saat berada di ruang publik.

Managing Director Kaspersky Asia Pasifik, Adrian Hia, menilai perubahan fungsi smartphone membuat dampak insiden keamanan menjadi jauh lebih besar dibanding sebelumnya.

“Smartphone kini menjadi tempat pengguna mengelola pekerjaan, keuangan, dokumen penting, hingga aktivitas berbasis AI. Karena itu, keamanan perangkat seluler tidak lagi hanya melindungi sebuah ponsel, tetapi juga seluruh kehidupan digital yang dibawa pengguna setiap hari,” katanya.

GCG BUMN
Temuan ini menunjukkan bahwa meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap smartphone harus diimbangi dengan kesadaran yang lebih tinggi terhadap keamanan siber, terutama dalam melindungi data pribadi dan informasi sensitif yang tersimpan di perangkat. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories