telkomsel halo

Google Cloud dorong adopsi Agentic AI di Indonesia

05:38:00 | 16 Jul 2026
Google Cloud dorong adopsi Agentic AI di Indonesia
JAKARTA (IndoTelko) - Google Cloud memperkuat komitmennya mendukung transformasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Indonesia dengan membantu perusahaan mempercepat implementasi AI dari tahap uji coba menuju penerapan berskala besar. Langkah tersebut disampaikan dalam ajang Indonesia Leaders’ Connect 2026.

Country Director Google Cloud Indonesia, Karim Siregar, mengatakan dunia usaha kini memasuki era agentic AI, di mana kecerdasan buatan tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi mampu menjalankan berbagai proses bisnis secara lebih mandiri, terukur, dan terintegrasi.

Menurutnya, Google Cloud menghadirkan AI stack terpadu dan platform Gemini Enterprise untuk membantu perusahaan memodernisasi infrastruktur, mengelola beban kerja AI yang kompleks, sekaligus memastikan keamanan, tata kelola, dan efisiensi biaya tetap terjaga.

“Di era agentic AI, kemampuan menghadirkan solusi dalam skala Indonesia menjadi salah satu tolok ukur penting. Google Cloud membantu perusahaan menjalankan implementasi AI dari tahap eksperimen hingga produksi dengan hasil bisnis yang nyata,” ujar Karim.

Sejumlah perusahaan di Indonesia telah memanfaatkan teknologi Google Cloud untuk mengembangkan berbagai solusi berbasis AI.

Di sektor media, Emtek Group mengembangkan platform produksi konten berbasis AI VidioGen yang mampu memangkas waktu dan biaya pengembangan serial New Keluarga Somat hingga 30 persen. Pemanfaatan AI juga diperluas melalui no-code agents, Gemini Enterprise agents, serta pembentukan AI Center of Excellence.

Sementara itu, Indosat memanfaatkan AI untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan pengelolaan jaringan. Dalam kurun 90 hari, perusahaan berhasil menurunkan tingkat pelanggan yang berhenti berlangganan (churn) hingga 50 persen, meningkatkan Average Revenue Per User (ARPU) lebih dari 6 persen, serta mengidentifikasi potensi penghematan sekitar US$86,5 juta melalui pengambilan keputusan kapasitas jaringan berbasis AI.

Di sektor perbankan, PT Bank CIMB Niaga Tbk bekerja sama dengan Google Cloud dan Artefact mengembangkan sejumlah enterprise AI agents. Solusi tersebut mencakup Relationship Manager AI Agent yang membantu memberikan analisis sentimen pasar bagi wealth advisor serta Contact Center AI Agent yang mendukung petugas layanan pelanggan dengan informasi produk dan prosedur secara real time. Seluruh infrastruktur pendukung juga ditempatkan di Google Cloud Region Jakarta untuk memenuhi ketentuan residensi data.

Karim menilai tantangan saat ini bukan lagi sekadar menguji kemampuan AI, melainkan mengintegrasikannya ke dalam proses bisnis sehingga mampu memberikan dampak yang terukur terhadap produktivitas dan kinerja perusahaan.

Untuk mendukung implementasi tersebut, Google Cloud juga menghadirkan fleksibilitas dalam pengelolaan tokenomics melalui Gemini Enterprise. Perusahaan dapat memilih model AI sesuai kebutuhan sekaligus memperoleh visibilitas yang lebih baik terhadap biaya operasional dan tingkat pengembalian investasi (ROI).

Selain itu, Google Cloud menyediakan berbagai fitur FinOps dan tata kelola yang memungkinkan perusahaan memantau performa serta biaya penggunaan AI secara lebih transparan sehingga proses implementasi dapat dilakukan dengan lebih aman dan terkendali.

Sebagai bagian dari investasi di Indonesia, Google Cloud turut memperluas tim Forward-Deployed Engineer (FDE) yang bertugas mendampingi pelanggan secara langsung. Tim ini akan bekerja bersama perusahaan dalam mengintegrasikan AI generatif ke proses bisnis inti, mulai dari pengembangan agen layanan pelanggan, otomatisasi analisis data, hingga peningkatan efisiensi rantai pasok.

GCG BUMN
Menurut Karim, perusahaan di Indonesia kini tidak lagi mempertanyakan perlunya mengadopsi AI generatif, melainkan bagaimana mempercepat implementasinya secara aman agar mampu menjadi fondasi pertumbuhan bisnis di masa depan. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories