telkomsel halo

Malaysia tuan rumah konferensi industri baterai ASEAN 2026

06:39:00 | 15 Jul 2026
Malaysia tuan rumah konferensi industri baterai ASEAN 2026
JAKARTA (IndoTelko) - Malaysia akan menjadi penyelenggara ASEAN Battery Technology Conference (ABTC) 2026, forum regional yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, investor, akademisi, dan peneliti untuk mempercepat pengembangan industri baterai di kawasan Asia Tenggara.

Konferensi keempat tersebut dijadwalkan berlangsung pada 1921 Agustus 2026 di Mövenpick Hotel & Convention Centre KLIA, Sepang, dengan mengusung tema “Industrialising Battery Technologies: Strengthening ASEAN’s Battery Value Chain for Global Competitiveness”.

Penyelenggara, NanoMalaysia Berhad (NMB), menilai pertumbuhan kendaraan listrik, sistem penyimpanan energi, dan berbagai teknologi berbasis baterai membuka peluang besar bagi ASEAN untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok industri baterai global.

Setelah sebelumnya digelar di Bali, Singapura, dan Phuket, ABTC kini berkembang menjadi forum kolaborasi regional yang membahas penguatan kapasitas manufaktur, peningkatan standar keselamatan, kesiapan investasi, pengembangan rantai pasok, hingga percepatan adopsi teknologi baterai untuk sektor mobilitas dan energi.

Chief Executive Officer NMB Group, Prof. (Adj.) Dr. Rezal Khairi Ahmad, mengatakan penyelenggaraan ABTC 2026 menjadi momentum penting bagi ASEAN untuk mengubah potensi yang dimiliki menjadi kekuatan industri yang mampu bersaing secara global.

Menurutnya, kawasan ASEAN memiliki keunggulan di berbagai bidang, mulai dari riset, manufaktur, kendaraan listrik, penyimpanan energi, hingga ekonomi sirkular. Namun, pengembangan industri membutuhkan kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, dunia usaha, investor, dan lembaga riset.

Selama tiga hari pelaksanaan, ABTC 2026 akan menghadirkan berbagai sesi diskusi strategis yang terbagi dalam tiga fokus utama, yakni pengembangan ekosistem baterai yang aman dan kompetitif, pendalaman manufaktur baterai, serta integrasi teknologi baterai ke berbagai sektor industri dan pasar di kawasan ASEAN.

Topik yang dibahas mencakup kebijakan industri, standar keselamatan baterai, peningkatan kapasitas manufaktur, pengembangan teknologi terbaru, ekonomi sirkular, hingga strategi membangun rantai pasok regional yang lebih terintegrasi.

Konferensi ini juga akan menghadirkan sejumlah pakar internasional, di antaranya Profesor Ying Shirley Meng dari University of Chicago dan Argonne National Laboratory serta Profesor Khalil Amine, Argonne Distinguished Fellow sekaligus Direktur Advanced Lithium Battery Technology Programme.

Selain itu, sejumlah organisasi regional seperti SEDA, MARii, Pertamina, A*STAR, dan Electric Vehicle Association of the Philippines (EVAP) dijadwalkan berbagi pengalaman mengenai perkembangan industri baterai di kawasan.

Chief Executive Officer International Battery Centre (IBC), Ts. Dr. Nurul Akmaliah Dzulkurnain, menilai ABTC telah berkembang menjadi wadah penting bagi negara-negara ASEAN untuk membangun kolaborasi berdasarkan keunggulan masing-masing, baik dalam aspek kebijakan, penelitian, manufaktur, keselamatan, pembiayaan, maupun penerapan teknologi.

Selain agenda konferensi, ABTC 2026 juga akan menjadi ajang pengumuman sejumlah kerja sama strategis yang berkaitan dengan pengembangan ekosistem baterai regional. Beberapa di antaranya melibatkan NanoMalaysia Berhad, The Institution of Engineers Malaysia (IEM), GigaFactory Malaysia, Infineon Technologies, Ampace, Green Tenaga, hingga Go Rental Singapore.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat inovasi, komersialisasi teknologi, serta memperkuat industri baterai ASEAN melalui pengembangan penyimpanan energi, transfer teknologi, hingga implementasi Battery Energy Storage System (BESS).

GCG BUMN
Melalui penyelenggaraan ABTC 2026, Malaysia berharap dapat memperkuat posisi ASEAN sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri baterai dunia sekaligus mendukung transisi menuju energi bersih melalui kolaborasi yang lebih erat di tingkat regional. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories