JAKARTA (IndoTelko) Salesforce memperluas pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) bagi usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia melalui kehadiran Agentforce di Salesforce Suites dan Slack CRM untuk meningkatkan produktivitas, mempercepat pengambilan keputusan, serta memperkuat pengelolaan hubungan pelanggan.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjawab tantangan produktivitas UKM di Indonesia yang masih tertinggal dibandingkan perusahaan besar. Berdasarkan data yang dikutip Salesforce, Indonesia memiliki lebih dari 73 ribu usaha kecil dan sekitar 15 ribu usaha menengah. Sementara itu, laporan McKinsey Global Institute menunjukkan produktivitas UKM masih sekitar 75 persen lebih rendah dibandingkan perusahaan besar sehingga adopsi AI dinilai dapat membantu mempersempit kesenjangan tersebut.
Melalui Agentforce yang kini tersedia di Salesforce Suites, pelaku usaha dapat memanfaatkan berbagai kemampuan AI tanpa memerlukan konfigurasi tambahan maupun biaya ekstra. Fitur tersebut tersedia pada paket Free, Starter, dan Pro Suites untuk membantu merangkum data pelanggan, menyusun email yang dipersonalisasi, hingga memantau aktivitas pelanggan secara otomatis.
Pada paket Starter dan Pro, Salesforce juga menghadirkan Employee Agent, asisten AI yang mendukung aktivitas karyawan melalui perintah berbasis percakapan. Solusi tersebut mampu menyajikan ringkasan informasi, membantu penyusunan komunikasi, serta mencatat aktivitas pelanggan secara otomatis sehingga tim dapat lebih fokus pada pekerjaan yang bernilai tambah.
Seluruh kemampuan tersebut dibangun di atas platform Agentforce 360 yang mengintegrasikan data pelanggan, pengguna, dan teknologi AI dalam satu ekosistem. Platform ini dirancang agar dapat berkembang sesuai kebutuhan bisnis, baik bagi perusahaan yang baru memulai transformasi digital maupun yang ingin memperluas penggunaan AI secara bertahap.
Salesforce juga menegaskan keamanan data tetap menjadi prioritas. Data pelanggan tetap berada dalam kendali perusahaan tanpa harus dipindahkan ke aplikasi AI pihak ketiga, sementara pengaturan akses dan keamanan telah terintegrasi dalam platform.
Selain Agentforce, Salesforce memperkenalkan Slack CRM yang memungkinkan pengelolaan hubungan pelanggan dilakukan langsung melalui aplikasi Slack. Melalui Slackbot, pengguna dapat membuat dan memperbarui data kontak, memantau prospek penjualan, serta mencatat aktivitas pelanggan tanpa harus berpindah aplikasi.
Integrasi tersebut memungkinkan kolaborasi tim dan pengelolaan pelanggan berlangsung dalam satu ruang kerja sehingga komunikasi menjadi lebih cepat dan efisien. Karena dibangun di atas platform Salesforce, Slack CRM juga dapat dikembangkan mengikuti pertumbuhan bisnis tanpa memerlukan migrasi data.
Head of Emerging Small and Medium Business Salesforce ASEAN Vernon Cheo mengatakan AI berbasis agen membuka peluang bagi UKM untuk meningkatkan daya saing tanpa harus menjalani transformasi digital yang kompleks.
Menurutnya, UKM merupakan tulang punggung perekonomian sehingga pemanfaatan agentic AI dapat membantu pelaku usaha menciptakan dampak bisnis yang lebih besar dengan sumber daya yang terbatas.
Sementara itu, CEO capioIT Phil Hassey menilai UKM di kawasan ASEAN membutuhkan solusi yang mudah diimplementasikan sekaligus mampu mengikuti dinamika pasar. Menurutnya, teknologi yang terintegrasi dapat membantu perusahaan bergerak lebih cepat serta meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.
Salesforce menyatakan kapabilitas Agentforce di Salesforce Suites telah tersedia bagi pengguna, sedangkan Slack CRM dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari langganan Business+ tanpa biaya tambahan.(wn)