telkomsel halo

Singapura jadi Basis Quantum Accelerator perdana QAI Ventures di Asia Pasifik

06:58:00 | 10 Jul 2026
Singapura jadi Basis Quantum Accelerator perdana QAI Ventures di Asia Pasifik
JAKARTA (IndoTelko) - QAI Ventures resmi meluncurkan kohort pertama Singapore Quantum Accelerator sebagai langkah memperkuat ekosistem teknologi quantum dan advanced computing di kawasan Asia Pasifik. Program yang didukung Enterprise Singapore tersebut menjadi accelerator pertama di Singapura yang secara khusus berfokus pada komersialisasi teknologi quantum.

Inisiatif ini merupakan bagian dari ekspansi QAI Ventures di Asia Pasifik sekaligus sejalan dengan Strategi Quantum Nasional Singapura. Program tersebut dirancang untuk membantu mengubah hasil riset menjadi perusahaan rintisan yang siap menerima investasi dan berkembang dari Singapura menuju pasar regional maupun global.

Sebanyak empat startup deep-tech terpilih dari total 63 pendaftar yang berasal dari 12 negara. Masing-masing memperoleh investasi awal sebesar SGD300.000, disertai program pendampingan intensif, masterclass, serta akses ke jaringan global QAI Ventures yang mencakup investor, korporasi, institusi riset, hingga sektor publik.

Keempat startup tersebut adalah Quantum Logic asal Belanda yang mengembangkan perangkat keras quantum kriogenik, Qualia Therapeutics dari Armenia yang berfokus pada teknologi neurostimulasi adaptif, QPICs dari Amerika Serikat yang bergerak di manufaktur chip fotonik, serta Regenesis Materials dari Bali, Indonesia, yang mengembangkan material canggih berkelanjutan.

Chief Executive Officer QAI Ventures, Alexandra Beckstein, mengatakan Singapura telah membangun fondasi kuat dalam pengembangan teknologi quantum selama bertahun-tahun dan kini memasuki fase komersialisasi yang lebih matang.

Menurutnya, QAI Ventures berupaya menjembatani hasil riset dengan kebutuhan industri melalui dukungan terhadap startup yang memiliki teknologi unggulan agar mampu menciptakan bisnis yang kompetitif di tingkat global.

Momentum tersebut juga didukung oleh besarnya investasi pemerintah Singapura di sektor riset dan inovasi melalui program Research, Innovation and Enterprise (RIE) 2030 senilai SGD37 miliar. Selain itu, negara tersebut dinilai memiliki keunggulan berupa kepastian regulasi, konektivitas internasional, serta ekosistem investasi yang kuat sehingga menjadi pintu masuk strategis menuju pasar Asia Pasifik.

Executive Director Startup Ecosystem Enterprise Singapore, Sophia Ng, menilai program accelerator ini akan memperkuat upaya membangun perusahaan quantum yang mampu bersaing secara global. Selain membuka peluang bagi startup internasional untuk memasuki pasar Asia, program tersebut juga memberikan akses yang lebih luas bagi perusahaan lokal terhadap modal, jaringan bisnis, dan dukungan komersialisasi.

QAI Ventures sendiri telah membuka kantor pusat Asia Pasifik di Singapura sejak September 2025. Sejak saat itu perusahaan memperluas aktivitas investasinya di sektor quantum, dengan perusahaan-perusahaan portofolionya berhasil menghimpun pendanaan lanjutan lebih dari US$250 juta dari berbagai investor global, termasuk IBM, GitHub, Toshiba, dan European Investment Bank.

Program accelerator berlangsung selama lima bulan, mulai Juli hingga Oktober 2026. Peserta akan mengikuti empat sesi Masterclass Week di Singapura yang dipadukan dengan pendampingan bisnis mingguan, validasi pasar, hingga persiapan penggalangan dana. Seluruh rangkaian akan ditutup melalui Investor Day dan Demo Day yang mempertemukan startup dengan investor dan mitra industri.

GCG BUMN
Selain pendanaan, peserta juga memperoleh berbagai fasilitas pendukung, mulai dari coaching secara personal, akses ke mentor internasional, jaringan korporasi, perangkat keras quantum, layanan cloud computing, simulation testbeds melalui kolaborasi dengan IonQ, QuEra, dan Fujitsu, hingga ruang kerja di Singapura selama satu tahun. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories