telkomsel halo

Kaspersky ungkap modus penipuan berkedok GTA VI

06:55:00 | 08 Jul 2026
Kaspersky ungkap modus penipuan berkedok GTA VI
JAKARTA (IndoTelko) - Antusiasme tinggi terhadap peluncuran Grand Theft Auto VI (GTA VI) mulai dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk menjalankan berbagai aksi penipuan. Menyusul dibukanya pemesanan awal (pre-order) game tersebut pada 25 Juni 2026, Kaspersky menemukan sejumlah modus yang dirancang untuk mencuri data pribadi maupun informasi keuangan para penggemar.

Peneliti Kaspersky mengungkapkan para pelaku membuat situs web palsu yang menyerupai toko resmi dengan menampilkan materi promosi asli, termasuk trailer dan gambar permainan. Korban kemudian diarahkan untuk melakukan pre-order dengan mengisi identitas pribadi serta data pembayaran.

Alih-alih memperoleh salinan game, pengguna justru berisiko kehilangan uang sekaligus menyerahkan informasi sensitif kepada pelaku.

Kaspersky menemukan situs penipuan tersebut beredar dalam berbagai bahasa, menandakan serangan dilakukan secara global. Salah satu modus bahkan meniru tampilan toko resmi PlayStation lengkap dengan ulasan positif, harga, dan informasi produk agar terlihat meyakinkan.

Selain pre-order palsu, pelaku juga memanfaatkan rasa penasaran pemain melalui tawaran akses beta atau versi bocoran (leak) GTA VI. Penawaran tersebut disebarkan melalui media sosial dan platform video dengan tautan menuju file yang diklaim sebagai versi awal permainan.

Padahal, file yang diunduh berpotensi membawa malware yang dapat mencuri data pribadi, mengambil alih akun, hingga memasang perangkat lunak berbahaya tanpa sepengetahuan pengguna.

Ancaman serupa juga menyasar pengguna aset kripto. Kaspersky menemukan situs yang menawarkan token digital menggunakan nama dan identitas visual GTA VI untuk menarik minat calon investor. Interaksi dengan situs semacam itu berpotensi menyebabkan kehilangan aset kripto akibat penipuan.

Senior Web Content Analyst Kaspersky, Olga Altukhova, mengatakan peluncuran game populer selalu menjadi momentum yang dimanfaatkan pelaku kejahatan siber karena tingginya antusiasme konsumen sering kali membuat pengguna lengah.

Menurutnya, pembelian sebaiknya hanya dilakukan melalui kanal resmi dan pengguna harus menghindari tautan dari sumber yang tidak dapat diverifikasi.

Untuk mengurangi risiko menjadi korban, Kaspersky menyarankan pengguna hanya mengunduh game maupun mod dari platform resmi, memastikan alamat situs yang dikunjungi benar, menggunakan metode pembayaran yang lebih aman, serta mengaktifkan autentikasi multifaktor pada akun digital.

GCG BUMN
Perusahaan keamanan siber tersebut juga menyarankan penggunaan solusi keamanan yang mampu mendeteksi tautan phishing dan malware, termasuk perlindungan berbasis kecerdasan buatan (AI), guna menghadapi semakin kompleksnya ancaman siber yang memanfaatkan momentum peluncuran produk populer. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories