JAKARTA (IndoTelko) - SEA Health Summit 2026 menandai langkah awal penguatan kolaborasi inovasi kesehatan di Asia Tenggara dengan menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara prioritas dalam agenda ekspansi regional. Penyelenggara berencana menggandeng institusi medis di Indonesia, termasuk pusat medis akademik dan rumah sakit, pada tahap pengembangan berikutnya.
Rencana tersebut sejalan dengan besarnya potensi Indonesia sebagai negara dengan populasi terbesar di Asia Tenggara serta perkembangan transformasi digital di sektor kesehatan. Keterlibatan institusi kesehatan nasional diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan hasil riset menjadi layanan yang dapat diterapkan langsung kepada pasien sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem inovasi kesehatan kawasan.
SEA Health Summit 2026 yang berlangsung di Bangkok pada 30 Juni 2026 diikuti lebih dari 400 pemimpin industri, akademisi, dan pelaku kesehatan dari Thailand maupun negara-negara Asia Tenggara. Forum ini menjadi ajang pertama di kawasan yang secara khusus membahas pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) untuk layanan kesehatan dan longevity.
Acara tersebut merupakan hasil kolaborasi antara RISE, SeaX Ventures, dan Krungthep Turakij dari Nation Group. Dalam kesempatan yang sama juga diperkenalkan sejumlah kemitraan strategis di bawah SEA Health Innovation Hub (SEA HI Hub), termasuk peluncuran SPARK Southeast Asia, program yang bertujuan mempercepat komersialisasi hasil riset kesehatan.
Forum tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah Thailand, termasuk Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, Riset, dan Inovasi Thailand, Prof. Dr. Yodchanan Wongsawat, serta Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand, Pattana Promphat.
Saat ini, jaringan SEA HI Hub diklaim telah menjangkau lebih dari 25 juta pasien melalui berbagai institusi mitra di kawasan. Angka tersebut ditargetkan meningkat menjadi 100 juta pasien pada 2028, dengan Indonesia dipandang sebagai salah satu pasar strategis untuk mendukung pencapaian tersebut.
CEO dan Co-Founder RISE sekaligus Managing Partner SeaX Ventures, Dr. Kid Parchariyanon, mengatakan Asia Tenggara memiliki potensi besar dalam pengembangan inovasi kesehatan, namun selama ini belum memiliki wadah kolaborasi yang terintegrasi di tingkat regional.
Ia menjelaskan Thailand dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan perdana karena memiliki infrastruktur kesehatan yang kuat dan ekosistem inovasi yang berkembang. Meski demikian, pengembangan SEA Health Summit sejak awal memang dirancang untuk menjangkau seluruh negara di Asia Tenggara.
Sementara itu, Managing Director Krungthep Turakij, Veerayuth Saengkrajang, menilai kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam mempercepat pertukaran pengetahuan dan pengembangan inovasi kesehatan di kawasan. Menurutnya, SEA Health Summit diharapkan dapat berkembang menjadi platform kolaborasi regional yang mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, dan pelaku inovasi untuk mendorong transformasi layanan kesehatan di Asia Tenggara. (mas)