JAKARTA (IndoTelko) - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) bersama Kementerian Ketenagakerjaan meluncurkan Future Ready, sebuah program pengembangan talenta digital yang dirancang untuk menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi tenaga kerja Indonesia.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat kesiapan sumber daya manusia menghadapi transformasi digital, sekaligus menjawab masih lebarnya kesenjangan antara keterampilan yang dimiliki angkatan kerja dengan kebutuhan industri.
Peluncuran Future Ready ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara XLSMART dan Kementerian Ketenagakerjaan sebagai bentuk kolaborasi dalam memperkuat ekosistem pengembangan talenta digital nasional.
Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli mengatakan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan institusi pendidikan menjadi faktor penting dalam mempersiapkan tenaga kerja yang mampu mengikuti perubahan dunia kerja yang semakin cepat.
Menurutnya, pendekatan yang diterapkan Future Ready tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi, tetapi juga membuka akses yang lebih luas menuju dunia kerja melalui kerja sama dengan berbagai mitra industri.
“Pendekatan yang menghubungkan peningkatan kompetensi dengan kebutuhan nyata industri seperti Future Ready merupakan langkah yang sangat relevan dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan saat ini,” ujarnya.
Presiden Direktur dan CEO XLSMART Rajeev Sethi menilai transformasi digital tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur telekomunikasi, tetapi juga harus diimbangi dengan pengembangan sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan teknologi secara optimal.
Menurut Rajeev, Indonesia telah memiliki banyak program pelatihan, namun masih dibutuhkan model yang mampu menghubungkan proses pembelajaran dengan peluang kerja secara langsung.
Karena itu, Future Ready dikembangkan sebagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) unggulan yang mengintegrasikan proses pembelajaran digital, peningkatan keterampilan, sertifikasi kompetensi, pendampingan oleh praktisi industri, program magang, hingga akses rekrutmen melalui jaringan mitra.
Melalui skema tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memiliki jalur karier yang lebih terarah sesuai kebutuhan industri.
XLSMART menargetkan sedikitnya 1.000 talenta muda memperoleh kesempatan magang maupun pekerjaan melalui kolaborasi dengan berbagai perusahaan. Selain itu, perusahaan menargetkan satu juta peserta dapat mengakses program melalui aplikasi Sisternet dan situs Future Ready, serta menerbitkan 10 ribu sertifikat penyelesaian pelatihan.
Director & Chief People Officer XLSMART Jeremiah Ratadhi menjelaskan seluruh materi dan tahapan program dirancang berdasarkan kebutuhan industri yang terus berkembang, termasuk kompetensi di bidang kecerdasan artifisial (AI), analitik data, cloud computing, keamanan siber, digital engineering, hingga teknologi jaringan.
Ke depan, XLSMART akan memperluas kolaborasi dengan perusahaan, institusi pendidikan, penyedia teknologi, platform pembelajaran, komunitas, dan mitra rekrutmen agar semakin banyak talenta muda memperoleh kompetensi yang relevan sekaligus memiliki akses menuju dunia kerja.
Saat ini Future Ready telah menggandeng sejumlah mitra strategis, di antaranya ZTE dan Eka Tjipta Foundation, sebagai bagian dari pengembangan ekosistem kolaboratif yang akan terus diperluas.
Melalui program tersebut, XLSMART menegaskan komitmennya mendukung percepatan pengembangan talenta digital nasional. Perusahaan meyakini pemerataan infrastruktur digital, termasuk pengembangan jaringan berkualitas dan implementasi 5G, harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu mendorong produktivitas, memperkuat ekonomi digital, dan mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045. (mas)