telkomsel halo

AWS rilis dua program AI untuk cetak talenta digital Indonesia

06:42:00 | 29 Jun 2026
AWS rilis dua program AI untuk cetak talenta digital Indonesia
JAKARTA (IndoTelko) Amazon Web Services (AWS) meluncurkan dua program pelatihan kecerdasan buatan (AI), IndonesiapandAI dan Mastering AI for Nation-Building (MAIN), untuk mempercepat lahirnya talenta digital Indonesia di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap keterampilan AI.

Langkah tersebut dilakukan ketika adopsi AI di Indonesia tumbuh pesat, sementara ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi digital masih menjadi tantangan utama. Berdasarkan studi Unlocking Indonesia’s AI Potential 2025 yang dilakukan atas penugasan AWS, sebanyak 57% pelaku usaha menyebut keterbatasan talenta digital sebagai hambatan terbesar dalam memperluas implementasi AI.

Studi yang sama juga mencatat sekitar 18 juta pelaku usaha di Indonesia telah memanfaatkan AI, meningkat 47% dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, pemerintah menargetkan Indonesia memiliki 12 juta talenta digital pada 2030 sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045.

Program pertama, IndonesiapandAI, merupakan pelatihan cloud dan Generative AI gratis yang tersedia dalam bahasa Indonesia. Program ini terbuka bagi masyarakat berusia minimal 18 tahun tanpa mensyaratkan latar belakang pendidikan maupun pengalaman teknis.

Peserta dapat mengikuti dua jalur pembelajaran, yakni Cloud Essentials dan ML & Gen AI on AWS, secara mandiri. Mereka yang menyelesaikan seluruh materi berkesempatan memperoleh voucher ujian sertifikasi AWS secara gratis sesuai kuota yang tersedia.

Selain menyasar masyarakat umum, AWS juga memperluas cakupan program melalui pelatihan bagi tenaga pendidik. Bekerja sama dengan Yayasan Sagasitas Indonesia dan Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI), sebanyak 22 guru dari lima sekolah telah mengikuti pelatihan intensif mengenai Generative AI.

Pelatihan tersebut membekali guru dengan kemampuan membangun aplikasi AI menggunakan PartyRock, platform Generative AI milik AWS. Para peserta selanjutnya diharapkan dapat menularkan pengetahuan tersebut kepada guru lain maupun siswa di sekolah masing-masing.

Pendiri dan Ketua Dewan Pembina YPKBI, Dirgayuza Setiawan, mengatakan kolaborasi tersebut membuka peluang bagi para guru untuk memahami teknologi AI sekaligus mempersiapkan diri memperoleh sertifikasi internasional yang diakui industri.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Viada Hafid, menilai peningkatan kapasitas guru menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem AI yang inklusif.

“Investasi pada tenaga pendidik akan memberikan dampak yang lebih luas terhadap lahirnya generasi talenta digital di masa depan,” ujarnya.

Selain IndonesiapandAI, AWS juga meluncurkan Mastering AI for Nation-Building (MAIN), program akselerator karier selama lima bulan yang dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan AI sesuai kebutuhan dunia kerja.

Program tersebut dikembangkan bersama Alkademi Foundation dan Ikatan Alumni ITB serta dilaksanakan melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung di bawah Kementerian Ketenagakerjaan.

MAIN menyasar dua kelompok peserta, yakni lulusan SMK yang ingin meningkatkan kompetensi digital, serta mahasiswa dan lulusan baru perguruan tinggi yang ingin memperdalam rekayasa Generative AI dan teknologi agen otonom.

Pelatihan berlangsung secara bertahap, mulai dari pembelajaran mandiri, kelas bersama instruktur, hingga bootcamp berbasis proyek. Peserta terbaik berkesempatan memperoleh sertifikasi AWS Certified AI Practitioner maupun sertifikasi nasional dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Selama mengikuti program, peserta akan menggunakan berbagai teknologi industri, termasuk Amazon Bedrock dan Kiro, untuk mengembangkan solusi AI yang dapat diterapkan pada kebutuhan nyata.

AWS menyebut kedua program tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung pengembangan talenta digital Indonesia. Sejak 2017, AWS telah memberikan pelatihan keterampilan cloud kepada lebih dari satu juta masyarakat Indonesia melalui berbagai program, antara lain AWS re/Start, AWS Academy, Terampil di Awan, CendekiAwan, Think Big Space, dan Amazon Girls’ Tech Day.

Head of APJ Market Expansion & Strategic Partnerships, Training & Certification AWS, Yashinta Bahana, mengatakan IndonesiapandAI dan MAIN dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap keterampilan cloud dan AI sekaligus membantu generasi muda memperoleh kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.

GCG BUMN
“Penguasaan teknologi cloud dan AI akan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun tenaga kerja Indonesia yang siap menghadapi perkembangan ekonomi digital di masa depan,” ujarnya. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories