telkomsel halo

Malaysia jadi sasaran utama kampanye Malware berbasis WhatsApp

06:59:00 | 26 Jun 2026
Malaysia jadi sasaran utama kampanye Malware berbasis WhatsApp
JAKARTA (IndoTelko) - Tim Global Research and Analysis Team (GReAT) dari Kaspersky mengungkap kampanye serangan siber baru yang memanfaatkan WhatsApp untuk menyebarkan malware ke berbagai negara. Serangan ini menargetkan pengguna WhatsApp Desktop dan WhatsApp Web melalui pengiriman file VBScript berbahaya yang menyamar sebagai dokumen bisnis.

Menurut Kaspersky, korban telah terdeteksi di sejumlah negara, termasuk Malaysia, Brasil, Singapura, Taiwan, dan Vietnam. Malaysia tercatat sebagai negara dengan jumlah korban terbanyak. Penggunaan nama file dalam berbagai bahasa, seperti Inggris, Portugis, Prancis, Jerman, dan Melayu, menunjukkan bahwa kampanye ini menyasar wilayah yang luas.

Dalam modus operasinya, pelaku menggunakan akun WhatsApp yang telah diretas untuk mengirimkan lampiran berbahaya kepada kontak yang tersimpan di akun tersebut. Karena pesan berasal dari kontak yang dikenal, penerima cenderung lebih percaya dan membuka file yang diterima.

File berbahaya tersebut disamarkan sebagai dokumen bisnis umum, seperti faktur, laporan bank, catatan pembayaran, hingga pemberitahuan utang. Setelah dibuka, skrip akan menjalankan serangkaian proses yang mengunduh komponen tambahan dari server eksternal dan memasang perangkat lunak pemantauan serta manajemen jarak jauh pada sistem korban.

Peneliti Keamanan Kaspersky GReAT, Fareed Radzi, mengatakan para pelaku memanfaatkan kepercayaan pengguna terhadap platform perpesanan untuk meningkatkan peluang keberhasilan serangan.

“Penggunaan akun WhatsApp yang diretas membuat lampiran berbahaya terlihat seolah-olah berasal dari kontak terpercaya. Ditambah dengan nama file yang menyerupai dokumen bisnis, korban menjadi lebih mudah tertipu untuk membukanya,” ujarnya.

Kaspersky menjelaskan bahwa malware bekerja melalui proses infeksi bertahap. Setelah dijalankan, file akan membuat direktori kerja pada sistem, mengunduh skrip tambahan, dan mengambil arsip terkompresi yang berisi perangkat lunak akses jarak jauh yang dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan perangkat korban.

Untuk mengurangi risiko serangan, Kaspersky mengimbau pengguna agar tidak sembarangan membuka lampiran yang diterima melalui WhatsApp, meskipun berasal dari kontak yang dikenal. Pengguna juga disarankan menghindari membuka file dengan ekstensi seperti .vbs, .exe, .bat, .cmd, .js, atau .ps1 sebelum memastikan keasliannya.

GCG BUMN
Selain itu, penggunaan solusi keamanan yang mampu mendeteksi dan memblokir aktivitas berbahaya juga menjadi langkah penting untuk melindungi perangkat dari ancaman malware yang terus berkembang. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories