JAKARTA (IndoTelko) Pergerakan Bitcoin kembali menunjukkan tren positif setelah berhasil menembus level psikologis US$63.000. Penguatan tersebut terjadi seiring membaiknya sentimen pasar global yang mendorong minat investor terhadap aset berisiko.
Dalam perdagangan 24 jam terakhir (12/6), Bitcoin tercatat menguat 2,48 persen ke posisi US$63.615,89. Kenaikan ini berlangsung bersamaan dengan penguatan sejumlah instrumen investasi lain, termasuk pasar saham dan emas, yang mendapat dukungan dari perubahan ekspektasi investor terhadap arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat.
Meski pasar aset digital secara umum juga bergerak naik, performa Bitcoin masih menjadi sorotan utama. Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan tercatat meningkat sekitar 2,26 persen pada periode yang sama.
Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menilai penguatan Bitcoin saat ini lebih dipengaruhi faktor eksternal dibandingkan katalis spesifik dari industri kripto. Menurutnya, hubungan Bitcoin dengan pasar keuangan global masih sangat kuat, terlihat dari tingginya korelasi dengan indeks saham S&P 500 maupun harga emas.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan Bitcoin saat ini masih sangat dipengaruhi sentimen makroekonomi, khususnya terkait ekspektasi suku bunga Amerika Serikat,” ujarnya.
Menurut Fyqieh, kenaikan yang terjadi saat ini lebih mencerminkan rebound teknikal setelah tekanan sebelumnya mereda. Karena itu, peluang Bitcoin melanjutkan penguatan ke area US$64.000 hingga US$65.000 masih terbuka, meskipun pasar tetap membutuhkan katalis tambahan agar reli dapat berlanjut secara lebih solid.
Dari sisi teknikal, level US$62.000 menjadi area penting yang perlu dipertahankan. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang untuk menguji resistance berikutnya masih cukup besar.
Ia menjelaskan bahwa apabila Bitcoin mampu menjaga momentum dan bertahan di atas area tersebut, harga berpotensi menguji rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 200 hari di kisaran US$63.700 sebelum melanjutkan penguatan menuju rentang US$64.000 hingga US$65.000.
Sebaliknya, jika tekanan jual kembali meningkat dan level US$62.000 gagal dipertahankan, Bitcoin berpotensi terkoreksi menuju area support berikutnya di sekitar US$61.000.
Selain faktor suku bunga, pasar juga memantau perkembangan geopolitik global. Munculnya optimisme terkait potensi meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran turut meningkatkan selera risiko investor, yang pada akhirnya memberikan dorongan tambahan bagi pasar kripto.
Sebelumnya, Bitcoin sempat mengalami tekanan setelah data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat menunjukkan kenaikan yang melebihi ekspektasi pasar. Data tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa bank sentral AS akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi dalam periode yang lebih panjang.
Namun, membaiknya sentimen risiko global membuat pasar kembali bergerak positif. Tidak hanya Bitcoin, sejumlah aset digital utama seperti Ethereum, BNB, dan Solana juga mencatatkan penguatan.
Meski demikian, keberlanjutan tren naik masih memerlukan dukungan sejumlah faktor penting. Salah satunya adalah arus dana institusional melalui produk spot Bitcoin ETF yang selama ini menjadi salah satu pendorong utama pergerakan harga.
Fyqieh menilai perkembangan aliran dana ETF serta hasil pertemuan Federal Reserve pada pertengahan Juni akan menjadi penentu arah pasar berikutnya.
Jika arus masuk dana ke ETF kembali meningkat, struktur harga Bitcoin berpotensi semakin kuat karena berkurangnya pasokan likuid di pasar. Sebaliknya, apabila tren outflow masih berlanjut, reli yang terjadi saat ini berisiko kehilangan momentum.
Di sisi lain, area US$64.500 hingga US$65.000 juga menjadi zona resistance yang cukup berat. Terdapat konsentrasi likuiditas yang besar pada level tersebut sehingga dibutuhkan volume pembelian yang kuat untuk menembusnya.
Pasar juga masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari volume perdagangan yang belum pulih sepenuhnya, ketidakpastian ekonomi global, hingga sensitivitas investor terhadap berbagai data ekonomi Amerika Serikat.
Karena itu, investor disarankan tidak hanya berfokus pada target harga jangka pendek, tetapi juga memperhatikan kualitas penguatan yang terjadi. Reli yang didukung peningkatan volume transaksi, arus masuk dana institusional, dan kondisi makro yang kondusif akan menjadi fondasi yang lebih kuat bagi kelanjutan tren bullish.
Dalam jangka pendek, prospek Bitcoin masih berada dalam zona positif dengan kecenderungan hati-hati. Selama mampu bertahan di atas US$62.000, peluang menuju area US$64.000 hingga US$65.000 masih terbuka. Namun, arah pergerakan berikutnya akan sangat bergantung pada keputusan The Fed, dinamika ETF Bitcoin, serta perkembangan sentimen risiko global dalam beberapa pekan ke depan. (mas)