telkomsel halo

Kaspersky ingatkan risiko Wi-Fi publik jelang Piala Dunia 2026

06:36:00 | 10 Jun 2026
Kaspersky ingatkan risiko Wi-Fi publik jelang Piala Dunia 2026
JAKARTA (IndoTelko) - Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026, Kaspersky mengingatkan wisatawan terhadap risiko keamanan siber saat menggunakan jaringan Wi-Fi publik. Riset terbaru perusahaan menunjukkan sekitar 17% hotspot Wi-Fi gratis di tiga kota tuan rumah di Meksiko masih memiliki tingkat keamanan yang rendah.

Melalui tim Global Research and Analysis Team (GReAT), Kaspersky memetakan dan mengaudit keamanan jaringan Wi-Fi publik di Mexico City, Guadalajara, dan Monterrey. Ketiga kota tersebut akan menjadi lokasi penyelenggaraan pertandingan FIFA World Cup 2026 yang dimulai pada 11 Juni.

Dalam studi tersebut, peneliti menganalisis lebih dari 84.000 sinyal jaringan dari hampir 70.000 hotspot Wi-Fi publik di berbagai lokasi. Hasilnya, sekitar satu dari enam titik akses masih menggunakan enkripsi lemah atau bahkan tidak memiliki perlindungan sama sekali.

Secara rinci, jaringan yang dikategorikan tidak aman mencapai 16,5% di Mexico City, 18,5% di Guadalajara, dan 17,2% di Monterrey. Kondisi ini berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk menyadap lalu lintas data, mencuri kredensial, hingga mengumpulkan informasi pribadi pengguna.

Riset tersebut juga menemukan hampir 45% jaringan yang telah menggunakan standar keamanan WPA2 atau WPA3 masih mengaktifkan fitur Wi-Fi Protected Setup (WPS). Padahal, teknologi tersebut sudah dianggap usang dan memiliki sejumlah celah keamanan yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh akses tidak sah ke jaringan.

Di Mexico City, sekitar 53,7% jaringan yang menggunakan WPA2 atau WPA3 masih mengaktifkan WPS. Sementara di Guadalajara dan Monterrey, angkanya masing-masing mencapai 50,9% dan 47,5%.

Peneliti keamanan Kaspersky GReAT, Maria Isabel Manjarrez, mengatakan kebutuhan akan koneksi internet sering membuat wisatawan mengabaikan aspek keamanan digital saat bepergian.

“Begitu mendarat, sebagian besar wisatawan langsung mencari akses internet untuk navigasi, komunikasi, transportasi, hingga transaksi digital. Namun, kenyamanan tersebut sering kali diiringi risiko keamanan yang tidak disadari,” ujarnya.

Menurutnya, meski mayoritas jaringan telah menggunakan standar keamanan modern, banyak yang masih mempertahankan fitur lama yang rentan dieksploitasi. Kondisi tersebut membuat Wi-Fi publik tetap menjadi sasaran favorit pelaku kejahatan siber, terutama saat berlangsungnya ajang internasional berskala besar.

Untuk meminimalkan risiko, Kaspersky menyarankan pengguna memanfaatkan layanan Virtual Private Network (VPN) saat terhubung ke jaringan publik. Teknologi ini mengenkripsi seluruh lalu lintas data sehingga informasi pribadi, data perbankan, dan aktivitas digital pengguna lebih terlindungi dari penyadapan.

GCG BUMN
Dengan tingginya mobilitas wisatawan selama Piala Dunia 2026, Kaspersky menilai kesadaran terhadap keamanan digital menjadi sama pentingnya dengan menjaga keamanan fisik selama perjalanan. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories