JAKARTA (IndoTelko) - Palo Alto Networks menuntaskan akuisisi Portkey, pengembang teknologi AI Gateway, untuk memperkuat keamanan agen kecerdasan buatan (AI) di lingkungan enterprise.
Akuisisi ini menjadi bagian dari strategi Palo Alto Networks memperluas kapabilitas platform Prisma AIRS, solusi keamanan AI yang dirancang membantu perusahaan mengelola risiko seiring meningkatnya adopsi agen AI otonom.
Perkembangan AI yang mengarah pada penggunaan agen cerdas yang mampu mengambil keputusan dan menjalankan tugas secara mandiri menghadirkan tantangan baru bagi organisasi. Risiko seperti akses tidak sah, kebocoran data, hingga pembengkakan biaya operasional menjadi perhatian utama dalam implementasi AI skala besar.
Melalui akuisisi tersebut, teknologi AI Gateway milik Portkey akan berfungsi sebagai pusat kendali (control plane) yang mengelola seluruh lalu lintas AI di dalam organisasi. Sistem ini memungkinkan perusahaan memantau aktivitas agen AI, mengatur penggunaan berbagai model AI, serta mengendalikan konsumsi token untuk membantu mengoptimalkan biaya operasional.
Selain itu, teknologi tersebut menghadirkan perlindungan runtime yang mampu mendeteksi dan menghentikan perilaku AI berisiko secara real time.
Portkey dikenal memiliki arsitektur AI Gateway yang dirancang untuk implementasi AI berskala besar dengan kemampuan memproses triliunan token. Integrasinya ke Prisma AIRS akan memperluas kapabilitas keamanan AI yang dikembangkan Palo Alto Networks.
Kombinasi kedua teknologi tersebut menghadirkan tiga kemampuan utama.
Pertama, keamanan runtime AI yang memungkinkan pemantauan dan pencegahan ancaman saat agen AI beroperasi.
Kedua, penguatan identitas agen AI melalui teknologi Idira untuk memastikan setiap interaksi agen terverifikasi sekaligus mencegah akses tidak sah ke sistem maupun perangkat yang terhubung.
Ketiga, observabilitas AI melalui integrasi dengan Chronosphere yang memberikan visibilitas mendalam terhadap performa dan keandalan beban kerja AI di lingkungan produksi.
Chief Product & Technology Officer Palo Alto Networks, Lee Klarich, mengatakan banyak perusahaan masih menghadapi dilema antara menggunakan berbagai solusi keamanan AI yang terpisah atau menunggu platform yang lebih terintegrasi.
Menurutnya, integrasi Portkey ke dalam Prisma AIRS akan menyederhanakan pengelolaan keamanan AI sehingga organisasi dapat mengadopsi teknologi AI terbaru dengan perlindungan yang lebih menyeluruh.
Sementara itu, CEO dan Co-Founder Portkey, Rohit Agarwal, mengatakan kolaborasi tersebut diharapkan mampu mengatasi kesenjangan kepercayaan yang selama ini menghambat adopsi AI di lingkungan enterprise.
Ia menilai penggabungan teknologi AI Gateway Portkey dengan platform Prisma AIRS akan membantu perusahaan mempercepat transisi dari tahap eksperimen menuju implementasi AI untuk beban kerja bisnis yang lebih kritis tanpa mengorbankan aspek keamanan maupun keandalan. (mas)