telkomsel halo

Operasi gabungan tumbangkan jaringan penipuan online regional

07:07:00 | 05 Jun 2026
Operasi gabungan tumbangkan jaringan penipuan online regional
JAKARTA (IndoTelko) - Sejumlah perusahaan teknologi global bersama aparat penegak hukum internasional berhasil membongkar jaringan penipuan online yang beroperasi di Asia Tenggara. Operasi lintas sektor ini menjadi salah satu aksi terbesar yang melibatkan kolaborasi industri teknologi dan lembaga penegak hukum dalam memerangi kejahatan siber berbasis penipuan digital.

Dalam operasi tersebut, berbagai tindakan dilakukan mulai dari penutupan akun digital, pembekuan aset kripto, hingga penangkapan pelaku yang diduga terlibat dalam jaringan kriminal lintas negara.

Meta mengungkapkan telah menonaktifkan lebih dari 1,4 juta akun, halaman, dan grup di Facebook serta Instagram yang teridentifikasi terkait aktivitas penipuan. Sementara itu, Microsoft menangguhkan sekitar 20.000 akun yang diduga digunakan sindikat scammer dalam menjalankan operasinya.

Di sisi penegakan hukum, aparat berhasil menangkap 63 orang yang diduga menjadi bagian dari jaringan penipuan tersebut. Selain itu, Coinbase membekukan aset kripto senilai lebih dari US$3 juta yang dikaitkan dengan aktivitas kriminal.

Upaya kolaboratif tersebut juga menghasilkan pertukaran intelijen yang membantu mengidentifikasi sejumlah lokasi dan jaringan penipuan yang berpotensi berkembang di kawasan Asia Tenggara. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada aparat untuk ditindaklanjuti.

Sementara itu, Starlink turut mengambil langkah dengan memutus konektivitas ribuan perangkat yang diduga digunakan secara ilegal untuk mendukung aktivitas penipuan online.

Operasi ini digelar melalui koordinasi Scam Center Strike Force dari U.S. Department of Justice (DOJ) yang melibatkan berbagai perusahaan teknologi, termasuk Meta, Microsoft, Coinbase, dan Starlink. Kegiatan tersebut juga didukung oleh FBI, Dinas Rahasia Amerika Serikat, serta lembaga penegak hukum dari Inggris, Australia, Kanada, Selandia Baru, dan Thailand.

Selama operasi berlangsung, para peserta berbagi informasi dan temuan intelijen guna menghubungkan berbagai aktivitas mencurigakan yang tersebar di sejumlah platform digital. Pendekatan ini memungkinkan identifikasi yang lebih cepat terhadap pelaku maupun infrastruktur yang digunakan sindikat penipuan.

Jaringan kriminal tersebut diketahui menjalankan berbagai modus kejahatan, mulai dari romance scam, penipuan investasi, hingga praktik eksploitasi tenaga kerja yang dipaksa bekerja di pusat operasi scam. Aktivitas mereka telah merugikan jutaan korban di berbagai negara.

Vice President and Deputy General Counsel Meta, Chris Sonderby, mengatakan hasil operasi ini menunjukkan pentingnya kerja sama lintas industri dalam menghadapi ancaman penipuan digital yang semakin terorganisir.

Menurutnya, penutupan jutaan akun, pembekuan aset, serta puluhan penangkapan menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perusahaan teknologi dan aparat hukum mampu memberikan dampak nyata dalam memerangi jaringan scam global.

Hal senada disampaikan perwakilan kepolisian Thailand yang menilai kejahatan penipuan online lintas negara tidak dapat ditangani oleh satu lembaga maupun satu negara saja. Pertukaran informasi dan koordinasi internasional menjadi faktor penting untuk membongkar jaringan yang semakin kompleks.

Microsoft juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung aparat penegak hukum melalui penyediaan intelijen digital dan analisis modus operandi para pelaku. Perusahaan menilai pendekatan kolaboratif menjadi kunci untuk menghentikan aktivitas sindikat penipuan dalam skala besar.

Sementara itu, Coinbase menyoroti peran teknologi blockchain dalam membantu pelacakan aliran dana hasil kejahatan. Transparansi transaksi yang tercatat secara permanen dinilai memudahkan proses identifikasi, pelacakan, hingga pembekuan aset yang digunakan pelaku.

Starlink menambahkan bahwa pihaknya menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap penyalahgunaan layanan. Perusahaan secara aktif mendeteksi dan menonaktifkan perangkat yang terbukti terlibat dalam aktivitas ilegal, termasuk penipuan online.

Ke depan, perusahaan-perusahaan teknologi yang terlibat menyatakan akan terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah, lembaga keuangan, penyedia layanan internet, dan aparat penegak hukum guna menekan pertumbuhan jaringan penipuan digital yang terus berevolusi.

GCG BUMN
Kolaborasi ini sekaligus menegaskan bahwa pemberantasan online scam membutuhkan pendekatan menyeluruh yang tidak hanya berfokus pada platform digital, tetapi juga pada infrastruktur, aliran dana, dan aktor di balik kejahatan tersebut. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories