telkomsel halo

Indonesia dinilai punya peluang besar di industri kripto ASEAN

05:17:00 | 31 May 2026
Indonesia dinilai punya peluang besar di industri kripto ASEAN
JAKARTA (IndoTelko) - Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pasar aset kripto terbesar di Asia Tenggara seiring meningkatnya adopsi aset digital secara global maupun regional.

Laporan CoinGecko mencatat aset kripto kini telah memiliki status legal di 119 negara dan empat wilayah British Overseas Territories. Dari jumlah tersebut, sebanyak 62 negara disebut telah memiliki kerangka regulasi yang lebih komprehensif untuk industri aset digital.

Di kawasan Asia Tenggara, pasar kripto masih didominasi Singapura dan Filipina. Namun Indonesia tetap menjadi salah satu pasar potensial berkat jumlah populasi digital yang besar, peningkatan literasi teknologi, serta tingginya minat masyarakat terhadap aset digital.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana mengatakan industri kripto di Indonesia mulai memasuki fase pertumbuhan yang lebih matang dengan dukungan regulasi dan ekosistem yang semakin berkembang.

“Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan aset digital di Asia Tenggara, tidak hanya dari sisi jumlah investor, tetapi juga kualitas ekosistem yang semakin sehat dan transparan,” ujarnya.

Menurut Calvin, pertumbuhan industri kripto nasional ditopang peningkatan jumlah pengguna, pengawasan yang lebih baik, serta semakin luasnya pemahaman masyarakat terhadap teknologi blockchain dan aset digital.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan jumlah akun konsumen aset kripto di Indonesia mencapai 21,37 juta akun per Maret 2026 atau meningkat 1,43% dibanding bulan sebelumnya.

Sementara nilai transaksi aset kripto nasional pada periode yang sama tercatat mencapai Rp22,24 triliun.

Calvin menilai pertumbuhan tersebut menjadi sinyal bahwa minat masyarakat terhadap aset digital masih cukup kuat meski pasar kripto global bergerak fluktuatif.

Namun demikian, ia menegaskan pentingnya peningkatan literasi dan perlindungan konsumen agar pertumbuhan industri dapat berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.

“Ke depan, tantangan industri bukan hanya meningkatkan adopsi, tetapi memastikan masyarakat memahami risiko, keamanan, serta penggunaan aset kripto secara bertanggung jawab,” katanya.

Tokocrypto, lanjut Calvin, berkomitmen mendukung perkembangan industri melalui edukasi, inovasi produk, serta kolaborasi dengan regulator dan berbagai pemangku kepentingan.

Secara global, CoinGecko mencatat sebagian besar negara yang telah melegalkan aset kripto berasal dari kawasan Asia dan Afrika yang masuk kategori negara berkembang.

GCG BUMN
Tren tersebut menunjukkan bahwa aset digital semakin dipandang sebagai bagian dari transformasi keuangan digital dan perluasan akses layanan finansial berbasis teknologi di negara berkembang. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories