telkomsel halo

Serangan Relay NFC di Ponsel Android naik 188%

05:57:00 | 29 May 2026
Serangan Relay NFC di Ponsel Android naik 188%
JAKARTA (IndoTelko) - Ancaman kejahatan siber berbasis NFC (Near Field Communication) pada ponsel Android mengalami lonjakan signifikan sepanjang awal 2026. Berdasarkan telemetri Kaspersky, jumlah serangan yang menargetkan pencurian dana melalui teknologi NFC meningkat hingga 188% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sepanjang Januari hingga April 2026, Kaspersky mencatat lebih dari 35.600 serangan malware Android berbasis NFC berhasil diblokir, meningkat tajam dibandingkan sekitar 12.300 serangan pada empat bulan pertama 2025. Serangan tersebut melibatkan berbagai varian malware seperti SuperCard X, PhantomCard, NGate, hingga modifikasi berbahaya dari alat NFCGate.

Kaspersky menyebut pengguna di Rusia masih menjadi target utama, namun ancaman serupa kini juga mulai meluas ke wilayah Amerika Latin dan Eropa. Tren ini memperkuat prediksi Kaspersky sebelumnya terkait meningkatnya serangan terhadap sistem pembayaran NFC sepanjang 2026.

Saat ini terdapat dua metode utama yang digunakan pelaku kejahatan siber:

    NFC Langsung
Korban ditipu untuk mengunduh aplikasi palsu yang menyamar sebagai aplikasi resmi, lalu diminta menempelkan kartu bank ke ponsel dan memasukkan PIN. Informasi kartu kemudian dicuri penyerang.

    NFC Terbalik (Reverse NFC)
Pelaku meminta korban menjadikan aplikasi berbahaya sebagai metode pembayaran utama di ponsel. Saat korban melakukan transaksi di ATM, dana justru masuk ke rekening milik pelaku.

Menurut Kepala Ahli Keamanan Kaspersky, Sergey Golovanov, metode “NFC terbalik” kini semakin banyak digunakan karena lebih sulit dideteksi. “Korban secara sadar mentransfer uang ke rekening penyerang, sehingga transaksi terlihat seperti aktivitas normal,” ujarnya.

Sementara itu, pakar keamanan siber Kaspersky, Dmitry Kalinin, menjelaskan bahwa tren malware relay NFC semakin berkembang sejak akhir 2023 dan kini mulai dipaketkan dalam model malware-as-a-service (MaaS), sehingga mempermudah pelaku lain melakukan serangan serupa.

GCG BUMN
Untuk mengurangi risiko, Kaspersky mengimbau pengguna agar:

    Tidak menginstal aplikasi dari sumber tidak resmi.
    Menghindari tautan mencurigakan dari pesan instan atau SMS.
    Tidak mengikuti instruksi orang asing di ATM.
    Menggunakan solusi keamanan di perangkat Android untuk mendeteksi phishing dan malware. (mas)
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories