telkomsel halo

Riset NTT DATA: AI perusahaan terkendala privasi data

05:04:00 | 29 May 2026
Riset NTT DATA: AI perusahaan terkendala privasi data
JAKARTA (IndoTelko) NTT DATA mengungkap meningkatnya tantangan privasi dan kedaulatan data dalam implementasi kecerdasan buatan (AI) di lingkungan perusahaan.

Melalui laporan bertajuk “Global AI NTT DATA 2026: A Playbook for Private and Sovereign AI”, perusahaan menilai banyak organisasi mulai menghadapi kesenjangan antara percepatan adopsi AI dengan kesiapan arsitektur dan infrastruktur digital yang dimiliki.

Riset tersebut menunjukkan sebagian besar perusahaan telah menyadari pentingnya private AI dan sovereign AI, namun implementasinya masih terbatas. Lebih dari 95% responden menilai kedua aspek tersebut penting, tetapi hanya sekitar 29% yang memprioritaskan sovereign AI dalam strategi jangka pendek.

Laporan juga mengungkap sekitar 35% Chief AI Officer (CAIO) menganggap kompleksitas pembangunan dan pengelolaan model AI di lingkungan private maupun sovereign menjadi hambatan utama adopsi AI. Selain itu, hampir 60% pemimpin AI menilai pembatasan perpindahan data lintas wilayah sebagai tantangan besar.

Di sisi lain, hanya 38% responden yang menyatakan memiliki tingkat kepercayaan tinggi terhadap keamanan infrastruktur cloud yang digunakan sebagai fondasi implementasi AI.

Abhijit Dubey mengatakan perusahaan yang berhasil mengadopsi AI secara optimal adalah mereka yang menjadikan arsitektur, tata kelola, dan infrastruktur sebagai bagian dari strategi bisnis, bukan sekadar aspek kepatuhan regulasi.

Menurutnya, pendekatan private dan sovereign AI kini menjadi faktor penting bagi organisasi yang ingin menjalankan AI di berbagai pasar dan yurisdiksi dengan tetap menjaga keamanan serta kontrol data.

Dalam laporan tersebut, NTT DATA mengidentifikasi lima perubahan utama yang memengaruhi implementasi AI perusahaan.

Pertama, tantangan AI kini tidak lagi berfokus pada kemampuan model semata, tetapi pada kebutuhan kontrol terhadap komputasi, keamanan, dan lokasi data. Kedua, yurisdiksi data mulai menjadi faktor penentu dalam desain arsitektur sistem AI.

Ketiga, meski mayoritas perusahaan memahami pentingnya private dan sovereign AI, hanya sebagian kecil yang benar-benar mengambil langkah konkret. Keempat, perusahaan yang melakukan penyesuaian infrastruktur sejak awal dinilai memiliki keunggulan kompetitif lebih besar dibanding organisasi yang masih beradaptasi.

Kelima, implementasi private dan sovereign AI justru meningkatkan kompleksitas integrasi antar mitra teknologi dalam ekosistem AI modern.

NTT DATA menilai perusahaan yang lebih awal merancang ulang sistem AI dengan mempertimbangkan aspek kontrol, keamanan, dan lokalitas data akan memiliki posisi lebih kuat dalam menghadapi lingkungan digital yang semakin teregulasi dan sensitif terhadap data.

GCG BUMN
Laporan tersebut disusun berdasarkan dua studi yang melibatkan hampir 5.000 pengambil keputusan senior dari lebih 30 pasar dan berbagai sektor industri di dunia. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories