telkomsel halo

Cisco rilis Framework keamanan Agentic AI

07:33:00 | 31 May 2026
Cisco rilis Framework keamanan Agentic AI
JAKARTA (IndoTelko) - Cisco memperkenalkan Foundry Security Spec, sebuah spesifikasi open source untuk membangun sistem evaluasi keamanan berbasis agentic AI yang dirancang membantu organisasi menghadapi tantangan keamanan siber di era kecerdasan buatan.

Framework tersebut dirancang bersifat model-agnostic dan stack-agnostic sehingga dapat digunakan pada berbagai model AI maupun lingkungan infrastruktur yang berbeda sesuai kebutuhan masing-masing organisasi.

Distinguished Engineer AI Security Engineering S&TO Cisco, Omar Santos mengatakan perusahaan ingin membantu komunitas keamanan siber mempercepat proses deteksi dan validasi ancaman secara lebih efektif melalui pendekatan berbasis AI.

Menurutnya, model operasional keamanan siber kini mengalami perubahan besar seiring kemampuan AI yang memungkinkan penyerang menemukan celah keamanan dengan kecepatan mesin, sementara banyak organisasi masih mengandalkan proses manual dan sistem lama.

Foundry Security Spec dikembangkan untuk mendukung proses deteksi, validasi, dan pengelolaan keamanan secara lebih terstruktur melalui sistem agentic AI yang dilengkapi orkestrasi, pembagian peran, dan guardrail keamanan.

Framework tersebut dirancang untuk digunakan bersama GitHub Spec-Kit sebagai sistem pengembangan berbasis spesifikasi yang kompatibel dengan berbagai agen AI.

Cisco menjelaskan Foundry terdiri dari dua artefak utama yakni “Spec” yang memuat delapan peran inti agen AI dan sekitar 130 persyaratan fungsional, serta “Constitution” yang berisi sebelas prinsip dasar keamanan berdasarkan pengalaman nyata di lingkungan produksi.

Melalui pendekatan tersebut, organisasi diharapkan dapat menghasilkan temuan keamanan yang lebih terverifikasi, terprioritaskan, dan dapat diaudit dibanding metode eksplorasi AI konvensional yang sering menghasilkan false positive maupun temuan tidak akurat.

Cisco juga mengintegrasikan Foundry dengan Project CodeGuard yang sebelumnya telah di-open source dan disumbangkan ke Coalition for Secure AI (CoSAI).

Integrasi tersebut memungkinkan proses pembelajaran berkelanjutan antara deteksi dan pencegahan ancaman keamanan. Setiap kerentanan baru yang ditemukan dapat dikonversi menjadi aturan keamanan baru untuk meningkatkan kemampuan deteksi dan secure coding pada siklus berikutnya.

Menurut Cisco, Foundry Security Spec bukan alat pemindai otomatis siap pakai, melainkan blueprint sistem evaluasi keamanan AI yang dapat diadaptasi organisasi sesuai kebutuhan dan model ancaman masing-masing.

Perusahaan menegaskan bahwa tanggung jawab implementasi dan pengawasan tetap berada di tangan pengguna, sementara spesifikasi yang dibuka ke publik bertujuan mempercepat pengembangan sistem keamanan AI secara kolaboratif di komunitas global.

GCG BUMN
Cisco juga membuka akses repositori Foundry Security Spec melalui GitHub Cisco Foundry Security Spec untuk mendukung pengembangan ekosistem keamanan berbasis agentic AI secara terbuka. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories