telkomsel halo

Ini makna Bitcoin Pizza Day

08:08:00 | 23 May 2026
Ini makna Bitcoin Pizza Day
JAKARTA (IndoTelko) - Peringatan Bitcoin Pizza Day yang jatuh setiap 22 Mei kembali menjadi momen penting bagi komunitas kripto global untuk mengenang perjalanan awal Bitcoin sebagai alat transaksi digital. Momentum ini sekaligus menjadi refleksi perkembangan aset kripto yang kini semakin luas digunakan dalam ekosistem keuangan modern.

Bitcoin Pizza Day merujuk pada transaksi legendaris yang terjadi pada 22 Mei 2010 ketika programmer asal Florida, Laszlo Hanyecz, menggunakan 10.000 BTC untuk membeli dua loyang pizza. Saat itu, nilai Bitcoin masih sekitar US$0,0041 per BTC sehingga total transaksi hanya bernilai sekitar US$41.

Transaksi tersebut tercatat sebagai penggunaan pertama Bitcoin untuk membeli barang nyata dan menjadi tonggak penting dalam sejarah perkembangan aset digital. Peristiwa itu juga membuktikan bahwa Bitcoin tidak lagi sekadar konsep teknologi di komunitas daring, tetapi mulai memiliki fungsi dalam aktivitas ekonomi riil.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, mengatakan Bitcoin Pizza Day menjadi simbol penting tentang bagaimana teknologi baru dapat berkembang menjadi bagian dari sistem ekonomi global. Menurutnya, nilai Bitcoin tidak hanya ditentukan oleh harga, tetapi juga oleh utilitas dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap teknologi tersebut.

“Bitcoin Pizza Day menunjukkan bagaimana inovasi yang awalnya lahir dari komunitas kecil kini berkembang menjadi gerakan global. Momen pembelian pizza pada 2010 membuka jalan bagi Bitcoin untuk dipahami sebagai aset digital yang bisa digunakan dalam transaksi nyata,” ujarnya.

Calvin menambahkan, peringatan tahun ini hadir dalam kondisi pasar yang berbeda dibanding tahun sebelumnya. Jika pada 2025 harga Bitcoin sempat berada di atas US$109.000, kini BTC bergerak di kisaran US$77.000 hingga US$78.000 setelah mengalami tekanan pasar dalam beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan data Tokocrypto, Bitcoin sempat menembus level US$78.000 namun kembali terkoreksi dan bergerak di area US$77.000. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan volatilitas pasar aset digital yang masih dipengaruhi berbagai faktor eksternal, mulai dari sentimen makroekonomi global, arus dana institusional, hingga kondisi geopolitik.

Menurut Calvin, Bitcoin Pizza Day bukan hanya momentum perayaan sejarah, tetapi juga pengingat pentingnya edukasi dan pemahaman risiko dalam industri aset digital. Ia menilai masyarakat perlu memahami bahwa pergerakan harga kripto sangat dinamis sehingga diperlukan pendekatan investasi yang lebih bijak dan berorientasi jangka panjang.

“Perayaan ini mengingatkan bahwa adopsi teknologi harus dibarengi dengan literasi yang baik. Pasar kripto akan terus bergerak dinamis, sehingga pemahaman terhadap risiko dan fundamental menjadi hal yang sangat penting,” katanya.

Meski harga Bitcoin saat ini jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun terakhir, Calvin menegaskan esensi Bitcoin Pizza Day tetap sama, yakni menunjukkan bahwa teknologi akan memiliki nilai ketika digunakan dan dipercaya masyarakat.

GCG BUMN
Kini, 16 tahun setelah transaksi dua pizza tersebut, Bitcoin Pizza Day diperingati di berbagai negara melalui kegiatan komunitas, diskusi, hingga program edukasi terkait aset digital. Tokocrypto menilai momentum ini dapat menjadi sarana untuk memperkuat literasi kripto agar masyarakat semakin memahami manfaat, risiko, dan potensi teknologi blockchain secara lebih bertanggung jawab. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories