telkomsel halo

AI tepercaya jadi kunci ketahanan telekomunikasi

07:57:00 | 22 May 2026
AI tepercaya jadi kunci ketahanan telekomunikasi
JAKARTA (IndoTelko) - Cloudera menilai ketahanan industri telekomunikasi ke depan akan semakin bergantung pada penerapan artificial intelligence (AI) yang aman, tepercaya, dan mampu dioperasikan dalam skala besar.

Global Director AI Industry Solutions Telco, Media & Entertainment Cloudera, Athul Prasad mengatakan ketahanan jaringan kini tidak lagi sekadar memastikan layanan tetap berjalan, tetapi juga bagaimana operator mampu mengelola jaringan yang semakin kompleks dan terdistribusi.

“Seiring jaringan menjadi lebih cerdas, jaringan juga menjadi lebih sulit dikelola,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan jaringan 5G, pertumbuhan trafik data, hingga adopsi AI dalam operasional telekomunikasi membuat operator menghadapi tantangan baru terkait pengelolaan data, orkestrasi jaringan, dan tata kelola AI.

Berdasarkan proyeksi Ericsson, trafik data seluler global diperkirakan mencapai 280 exabyte per bulan pada 2030, sementara jumlah pelanggan 5G diprediksi menembus 6,3 miliar pengguna.

Di Indonesia sendiri, penetrasi jaringan 5G disebut telah menjangkau 48 kota dan terus berkembang ke berbagai wilayah.

Athul menilai ketahanan telekomunikasi kini bertumpu pada tiga aspek utama, yakni kontrol kedaulatan data, orkestrasi cerdas pada jaringan yang semakin kompleks, serta kemampuan mengoperasionalkan AI secara aman.

Dalam konteks kedaulatan data, operator telekomunikasi dinilai perlu memahami alur perpindahan data, lokasi pemrosesan, hingga pihak yang memiliki akses terhadap data sensitif.

Hal tersebut menjadi semakin penting di tengah meningkatnya kebutuhan layanan berbasis AI, network API, serta ekosistem digital yang semakin terhubung.

Cloudera menilai teknologi seperti data lineage dan data fabric dapat membantu operator mengelola akses data secara lebih aman dan konsisten.

Selain itu, operator juga dituntut mampu mengorkestrasi jaringan terestrial, kabel bawah laut, hingga satelit secara lebih cerdas tanpa mengganggu pengalaman pengguna.

Menurut Cloudera, AI berperan penting dalam mengelola mobilitas jaringan, signaling, hingga perpindahan konektivitas secara real-time pada lingkungan jaringan yang semakin terdistribusi.

Data Readiness Index terbaru Cloudera menunjukkan tiga dari lima perusahaan telekomunikasi mengaku kinerja infrastruktur masih menjadi hambatan utama dalam operasional.

Di sisi lain, penerapan AI dalam operasional jaringan juga dinilai masih menghadapi tantangan tata kelola dan kesiapan data.

Mengacu pada studi McKinsey & Company, sekitar 45% eksekutif telekomunikasi masih menganggap kesiapan data sebagai hambatan utama dalam pengembangan AI agentic.

Karena itu, Cloudera menilai operator perlu memastikan penerapan AI dilengkapi mekanisme pengawasan, audit, observability, explainability, hingga akuntabilitas yang memadai.

GCG BUMN
Menurut Athul, fondasi data, tata kelola, dan orkestrasi jaringan yang kuat akan menjadi faktor utama dalam membangun jaringan telekomunikasi yang tetap tangguh, aman, dan terpercaya di era AI. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories