telkomsel halo

Waspada risiko sharenting terhadap privasi anak

08:08:00 | 19 May 2026
Waspada risiko sharenting terhadap privasi anak
JAKARTA (IndoTelko) — Kaspersky bersama Singapore Institute of Technology menyoroti meningkatnya risiko “sharenting” atau kebiasaan orang tua membagikan foto dan informasi anak di media sosial tanpa mempertimbangkan dampak privasi digital jangka panjang.

Dalam riset bertajuk Small Shares, Big Risks: How Parents Assess Threats and Cope with Sharing of Children’s Data, Kaspersky dan SIT menemukan sebagian besar orang tua di Asia Pasifik dan Mesir mulai lebih sadar terhadap pentingnya menjaga privasi digital anak.

Penelitian tersebut melibatkan 152 responden dari berbagai negara seperti Indonesia, Singapore, Malaysia, Vietnam, Philippines, India, Hong Kong, Myanmar, dan Egypt.

Studi menunjukkan kepercayaan diri orang tua dalam mengelola risiko digital menjadi faktor utama yang menentukan efektivitas perlindungan privasi anak di internet.

Sebagian besar responden mengaku mampu menghindari penyebaran informasi identitas pribadi anak seperti tanggal lahir, alamat, hingga sekolah. Selain itu, banyak orang tua juga mulai membatasi akses unggahan hanya untuk keluarga dan teman dekat.

Kaspersky mencatat lebih dari 80 persen responden memahami pentingnya menghapus izin resharing, menonaktifkan metadata, serta menghindari penggunaan geotagging pada foto anak di media sosial.

Senior Manager Cyber Safety Education Asia Pacific Kaspersky, Trishia Octaviano mengatakan semakin bertambah usia dan pengalaman orang tua, maka tingkat kewaspadaan terhadap ancaman digital juga meningkat.

Menurutnya, para ibu cenderung menunjukkan perilaku lebih protektif dalam menjaga privasi anak di ruang digital. Naluri perlindungan yang dimiliki di dunia nyata disebut turut memengaruhi kehati-hatian mereka saat menggunakan media sosial.

Sementara itu, Associate Professor Singapore Institute of Technology, Jiow Hee Jhee menilai kebiasaan berbagi momen keluarga secara daring memang dapat menciptakan hubungan sosial yang positif, namun juga membuka risiko seperti profiling, pelacakan, hingga penyalahgunaan data pribadi anak.

Karena itu, Kaspersky menilai edukasi keamanan siber dan literasi digital perlu terus diperkuat bagi orang tua tanpa memandang usia maupun gender.

Sebagai langkah mitigasi, Kaspersky menyarankan orang tua meninjau ulang pengaturan privasi media sosial secara berkala, menghapus akun lama yang tidak digunakan, membatasi informasi lokasi anak, serta lebih selektif sebelum membagikan konten keluarga di internet.

GCG BUMN
Kaspersky juga mendorong penggunaan aplikasi parental control seperti Kaspersky Safe Kids untuk membantu orang tua memantau aktivitas digital anak, mengatur screen time, hingga membatasi akses konten yang tidak sesuai usia. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories