JAKARTA (IndoTelko) — Zimbra mengingatkan meningkatnya ancaman siber terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia seiring masifnya pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Menurut data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Indonesia saat ini menghadapi sekitar 170 serangan siber per detik atau setara lima miliar serangan per tahun. Ancaman tersebut mencakup phishing berbasis AI, malware, hingga Business Email Compromise (BEC).
Kondisi ini dinilai menjadi tantangan serius bagi UMKM yang selama ini menopang lebih dari 97% tenaga kerja nasional dan berkontribusi sekitar 62% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Chief Revenue Officer Zimbra, Anthony Chadd, mengatakan banyak UMKM masih menggunakan sistem keamanan digital yang minim sehingga rentan menjadi target serangan siber.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi digital Indonesia. Karena itu, penguatan keamanan siber menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan bisnis dan stabilitas ekonomi,” ujarnya.
Berdasarkan data yang dikutip Zimbra, hanya sekitar 18% UMKM di Indonesia yang telah berinvestasi pada sistem keamanan siber.
Untuk membantu meningkatkan perlindungan digital UMKM, Zimbra merekomendasikan empat strategi utama.
Pertama, menjadikan email sebagai bagian penting dari infrastruktur bisnis dengan sistem keamanan yang mudah dikelola.
Kedua, menerapkan perlindungan otomatis seperti autentikasi dua faktor (2FA), enkripsi, dan sistem anti-phishing untuk mengurangi risiko serangan berbasis email.
Ketiga, memastikan pengelolaan data dilakukan secara lokal guna mendukung kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data dan meningkatkan kepercayaan pelanggan.
Keempat, membangun “human firewall” melalui edukasi keamanan siber kepada karyawan agar mampu mengenali berbagai modus rekayasa sosial dan phishing.
Anthony menilai ketahanan siber tidak lagi bisa diposisikan sebagai langkah darurat, tetapi harus menjadi bagian dari operasional harian bisnis.
Menurutnya, perlindungan terhadap UMKM menjadi semakin penting dalam mendukung target transformasi digital dan visi Indonesia Emas 2045.
“UMKM yang memiliki sistem digital aman dan terpercaya akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia ke depan,” tutupnya. (mas)