telkomsel halo

Entitas di Asia Pasifik percepat adopsi AI untuk jaga bisnis

05:57:00 | 15 May 2026
Entitas di Asia Pasifik percepat adopsi AI untuk jaga bisnis
JAKARTA (IndoTelko) - Perusahaan di kawasan Asia Pasifik mulai mempercepat implementasi kecerdasan artifisial (AI) di level enterprise untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat ketahanan bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Riset terbaru Accenture menunjukkan sebanyak 86% pimpinan perusahaan di Asia Pasifik berencana meningkatkan investasi AI. Saat ini, sekitar 77% organisasi telah memanfaatkan AI agents, sementara 29% di antaranya sudah mengimplementasikan teknologi tersebut secara menyeluruh di berbagai proses bisnis.

Laporan bertajuk Pulse of Change juga mencatat perubahan perspektif perusahaan terhadap AI. Sebanyak 76% responden kini melihat AI sebagai pendorong pertumbuhan pendapatan, bukan sekadar alat efisiensi biaya operasional.

Co-CEO APAC Accenture, Ryoji Sekido, mengatakan perusahaan di Asia Pasifik mulai serius melakukan scaling AI untuk menghadapi tekanan margin, gangguan perdagangan, dan tantangan pasar tenaga kerja.

Menurutnya, perusahaan yang berhasil mengadopsi AI bukan hanya menghadirkan berbagai tools baru, tetapi juga berinvestasi pada pengembangan talenta, transformasi proses kerja, dan model operasional jangka panjang.

Sementara itu, AI & Data Lead Accenture APAC, Vivek Luthra, menilai transformasi talenta menjadi faktor penting dalam memperluas pemanfaatan AI di perusahaan.

Berdasarkan riset tersebut, sekitar 41% CXO menganggap kesenjangan keterampilan sebagai tantangan utama dalam mengikuti perkembangan teknologi AI yang bergerak cepat.

Selain AI enterprise, perusahaan di Asia Pasifik juga mulai meningkatkan investasi di sektor sovereign AI. Sebanyak 62% perusahaan berencana memperbesar investasi pada area tersebut guna memperkuat kontrol data dan ketahanan digital.

Di sektor telekomunikasi, One New Zealand mengembangkan program pelatihan AI internal untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam memanfaatkan generative AI dan tools berbasis AI dalam aktivitas sehari-hari.

Chief AI & Business Services Officer One New Zealand, Summer Collins, mengatakan investasi pada talenta menjadi faktor utama dalam memperluas pemanfaatan AI di industri telekomunikasi yang kompetitif.

Sementara itu, UOB mengintegrasikan AI ke operasional inti melalui pendekatan bertahap yang mengedepankan tata kelola, human-in-the-loop, dan pengelolaan siklus hidup AI untuk memastikan kepatuhan regulasi dan keamanan sistem.

Head of Enterprise AI Innovation Group UOB, Alvin Eng, mengatakan perusahaan memanfaatkan generative AI dan agentic AI untuk meningkatkan produktivitas, pengelolaan risiko, serta pengalaman pelanggan yang lebih personal.

Di sektor consumer goods, Dabur India Limited memanfaatkan AI untuk mempercepat transformasi digital perusahaan sekaligus meningkatkan kesiapan talenta menghadapi perubahan pasar.

Global CIO Dabur India Limited, Manas Mehra, menyebut AI kini dimanfaatkan tidak hanya sebagai teknologi pendukung bisnis, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan karyawan melalui pelatihan dan platform internal berbasis AI.

GCG BUMN
Perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik kini mulai menempatkan AI sebagai bagian strategis dalam pengembangan bisnis jangka panjang, termasuk untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, dan menciptakan sumber pertumbuhan baru. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories