JAKARTA (IndoTelko) Cisco memperkenalkan Cisco Universal Quantum Switch sebagai terobosan baru untuk mempercepat pengembangan jaringan kuantum global.
Perangkat ini menjadi prototipe riset fungsional yang dirancang untuk mengatasi salah satu tantangan utama dalam jaringan kuantum, yakni kemampuan menerima dan menerjemahkan berbagai metode pengkodean informasi kuantum tanpa merusak datanya.
SVP/GM Outshift Cisco Emerging Technologies and Incubation Group, Vijoy Pandey, mengatakan pencapaian ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan jaringan kuantum yang skalabel.
Menurutnya, konektivitas antar sistem kuantum merupakan kunci untuk membuka potensi penuh teknologi tersebut, meski perjalanan pengembangannya masih panjang.
Cisco menjelaskan, Universal Quantum Switch mampu meneruskan informasi kuantum secara utuh pada suhu ruangan melalui serat optik telekomunikasi yang sudah ada. Perangkat ini juga dilengkapi mesin konversi yang dipatenkan untuk menerjemahkan berbagai mode pengkodean, baik di sisi input maupun output.
Teknologi ini memungkinkan sistem kuantum dengan metode berbeda dapat saling terhubung, sehingga membuka peluang terciptanya jaringan kuantum lintas vendor dan lintas teknologi.
Saat ini, komputer kuantum masih terbatas pada ratusan qubit, sementara aplikasi nyata di sektor kesehatan, keuangan, dan kedirgantaraan diperkirakan membutuhkan jutaan qubit. Cisco menilai jaringan menjadi solusi untuk menjembatani keterbatasan tersebut melalui konektivitas antar sistem.
Universal Quantum Switch dirancang untuk mendukung berbagai metode pengkodean utama seperti polarisasi, time-bin, frequency-bin, dan path. Hingga kini, perangkat telah divalidasi untuk pengkodean polarisasi, sementara dukungan metode lain masih dalam tahap pengujian.
Dalam uji coba internal, perangkat ini menunjukkan kemampuan menjaga integritas informasi kuantum dengan degradasi kurang dari 4%, kecepatan switching di bawah nanodetik, serta konsumsi daya di bawah 1 miliwatt.
Cisco juga menekankan keunggulan lain, seperti kemampuan beroperasi pada suhu ruangan tanpa pendinginan kriogenik, kompatibilitas dengan infrastruktur serat optik yang ada, serta fleksibilitas dalam menghubungkan berbagai sistem kuantum.
Perusahaan menyebut inovasi ini merupakan bagian dari pengembangan ekosistem jaringan kuantum end-to-end, termasuk chip entanglement dan quantum compiler berbasis jaringan.
Cisco juga menggandeng sejumlah mitra seperti IBM, Qunnect, dan Atom Computing untuk mempercepat pengembangan teknologi ini.
Ke depan, Cisco optimistis jaringan kuantum terdistribusi akan menjadi fondasi komputasi kuantum praktis dalam beberapa tahun mendatang, bukan dekade. (mas)