JAKARTA (IndoTelko) - TransTRACK meluncurkan Smart Fleet Management System berbasis Internet of Things serta menggelar Mini Bootcamp Sustainable Supply Chains pada 30 April 2026 di Jakarta.
Inisiatif ini menjadi bagian dari TransTRACK Academy untuk membantu industri meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menekan emisi karbon melalui teknologi dan pelatihan praktis.
Langkah tersebut diambil di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap implementasi rantai pasok berkelanjutan, seiring tekanan regulasi emisi karbon, tuntutan efisiensi biaya, dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance.
Meski demikian, banyak perusahaan dinilai masih berada pada tahap awal dalam mengintegrasikan data operasional secara menyeluruh, sehingga pengambilan keputusan terkait efisiensi dan pengurangan emisi belum optimal.
TransTRACK menilai inefisiensi operasional armada masih menjadi salah satu penyumbang utama tingginya biaya logistik dan jejak karbon di Indonesia.
Masalah tersebut antara lain dipicu rute distribusi yang belum optimal serta tingginya waktu kendaraan dalam kondisi idle, yang menyebabkan pemborosan bahan bakar dan peningkatan emisi.
Melalui Smart Fleet Management System, perusahaan dapat memantau performa armada secara real-time, mengidentifikasi potensi inefisiensi, serta menghitung emisi karbon otomatis berdasarkan aktivitas kendaraan.
Founder & CEO TransTRACK, Anggia Meisesari, mengatakan tantangan utama implementasi sustainability supply chain saat ini bukan lagi pada kesadaran, melainkan eksekusi berbasis data.
Menurut dia, visibilitas data yang akurat menjadi faktor penting agar perusahaan dapat menerjemahkan komitmen ESG menjadi aksi nyata di lapangan.
Solusi ini disebut telah diterapkan di berbagai sektor seperti logistik dan pertambangan, dengan hasil peningkatan produktivitas armada hingga 40% dan penurunan biaya operasional sampai 30%.
Selain teknologi, TransTRACK juga menyoroti pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam mendorong implementasi keberlanjutan.
Melalui TransTRACK Academy, perusahaan memperkuat kompetensi profesional di bidang logistik dan rantai pasok, salah satunya lewat program Mini Bootcamp Sustainable Supply Chains.
Direktur TransTRACK Academy, Budi Santosa Chulasoh, mengatakan masih terdapat kesenjangan antara pemahaman konsep keberlanjutan dengan praktik operasional sehari-hari.
Karena itu, program bootcamp dirancang berbasis studi kasus agar peserta dapat langsung menerapkan strategi yang relevan di industri.
Ke depan, kebutuhan akan rantai pasok berkelanjutan diperkirakan terus meningkat seiring perkembangan regulasi dan meningkatnya kesadaran industri terhadap dampak lingkungan.
TransTRACK menilai integrasi teknologi digital dan peningkatan kompetensi SDM akan menjadi kunci utama dalam transformasi tersebut. (mas)