JAKARTA (IndoTelko) - Dalam perhelatan IndoTelko Forum di Jakarta kemarin (29/4), 6 pembicara yang terdiri dari Direktur Jaringan Telkomsel Indra Mardiatna, Direktur XLSmart Merza Fachys, Director & Chief Business Officer Indosat Ooredo Muhammad Buldansyah, Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi Denny Setiawan, Principal Architect Google Indonesia Yun Pang, dan Head of Government & Industry Relations Ericsson Indonesia Ronni Nurmal tampil dalam sesi panel yang dipandu Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi.
Keenam pembicara sepakat bahwa transformasi digital Indonesia memasuki fase krusial dan di dorong oleh kemajuan pesat di bidang AI dan 5G. Sinergi antarakeduanya telah menjadi fasilitator utama untuk mempercepat digitalisasi dan memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Menurut para pembicara tersebut, 5G berperan sebagai infrastruktur kunci dengan konektivitas ultra-cepat, latensi rendah, dan kapasitas besar.
Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi Denny Setiawanmenyebut ada tigapoin utama dalam roadmap pengembangan jaringan 5G di Indonesia, yakni data center, kabel laut dan darat, serta akses. Pihaknya juga aktif menggalang sinergi, diantaranya untuk perluasan jalur kabel laut, serta pasokan listrik karena pengembangan AI tidak cuma butuh koneksi cepat tapi juga membutuhkan listrik yang besar. "Kami sudah membuat roadmap kabel laut yang sinkron dengan data center," ungkapnya.
Direktur Jaringan Telkomsel, Indra Mardiatna mengakui dukungan pemerintah kepada industri telko begitu besar untuk pengembangan jaringan 5G di Indonesia. Telkomsel sendiri sudah mengembangkan 5G untuk mendukung pelaksanaan Asian Games 2018. "Saat ini, saya melihat semua operator sudah mulai mengimplementasikan 5G. Dalam implementasinya, kami juga melihat relevansi di lapangan, dan dalam hal ini sangat terbantu oleh pemerintah, baik dari sisi regulasi, dukungan kebijakan, maupun sistem pendukung lainnya," ujarnya.
Senada disampaikan Direktur XLSmart Merza Fachys mengenai progres pengembangan 5G di Indonesia. Menurutnya meski sudah lama digaungkan, implementasi jaringan 5G masih terbatas yang dapat dilihat dari data jumlah BTS-nya masih sekitar 5.000, sementara BTS 4G sudah lebih dari 500.000. Hal yang sama juga berlaku untuk jaringan tetap di rumah. Penetrasi fiber optic yang mendukung kecepatan tinggi dan latensi rendah masih sangat terbatas, bahkan mungkin masih di bawah 20%.
"Karena itu, sekarang adalah momen yang tepat untuk mempercepat pengembangannya. Ini menjadi tugas bersama. Tanpa infrastruktur yang memadai, AI tidak akan bisa berjalan optimal. Untuk AI sederhana mungkin masih bisa, tetapi untuk aplikasi yang benar-benar meningkatkan produktivitas dan efisiensi, dibutuhkan infrastruktur yang kuat," bebernya.
Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Muhammad Buldansyah mendorong semua pihak berkolaborasi menyiapkan ekosistem AI karena teknologi ini dibutuhkan semua pihak dari tingkat individu sampai industri sekalipun. Di perusahaannya, teknologi AI terus dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas di sejumlah lini. EkosistemAI yang kuat juga dinilainya menjadi pendorong untuk pencapaian target Indonesia emas di masa depan.
Sementara itu Head of Government & Industry Relations Ericsson Indonesia, Ronni Nurmal menilai pentingnya lelang spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz segera dilakukan untuk mendorong penguatan digital, khususnya 5G dan AI. "Menurut saya ini sangat penting karena kita lihat 5G dan AI dan Cloud ini adalah pilar utama untuk pengembangan industri digitalisasi dan digital transformation di Indonesia," harapnya.
Principal Architect Google Indonesia, Yun Pang menyoroti pentingnya infrastruktur digital sebagai fundamental pengembangan teknologi di suatu negara. Tanpa fondasi infrastruktur digital yang kuat, pengguna akan terdampak secara signifikan dalam aktivitas konsumsi layanan digital sehari-hari, baik pada tingkat individu, maupun skala lebih besar yang berpotensi menimbulkan dampak ekonomi.
Diskusi IndoTelko Forum 2026 menegaskan percepatan penggelaran jaringan 5G saat ini sudah menjadi keharusan strategis untuk memastikan Indonesia tidak tertinggal dalam revolusi AI global. Infrastruktur 5G yang cerdas, aman, dan tangguh akan menjadi pilar utama yang memungkinkan skalabilitas inovasi di berbagai sektor industri adalah salah satu fondasi digital yang mendukung visi Indonesia Emas 2045. (mas)