telkomsel halo

PepsiCo percepat integrasi startup ke rantai pasok

05:08:00 | 27 Apr 2026
PepsiCo percepat integrasi startup ke rantai pasok
JAKARTA (IndoTelko) PepsiCo resmi meluncurkan Program PepsiCo Greenhouse APAC 2026: The IMPACT Edition, yang menandai pergeseran strategi dari sekadar proyek percontohan menuju integrasi solusi startup ke dalam rantai pasok perusahaan.

Memasuki tahun keempat di kawasan Asia Pasifik, program ini telah mendukung lebih dari 22 proyek percontohan yang dijalankan oleh lebih dari 30 startup. Pada edisi 2026, fokus diarahkan pada pengembangan solusi yang telah tervalidasi untuk masuk ke tahap implementasi komersial dan terukur.

Sebanyak lima startup alumni terpilih akan mengikuti program intensif selama tujuh bulan. Mereka sebelumnya telah menunjukkan potensi dalam ekosistem PepsiCo dan kini dipersiapkan menuju kesepakatan komersial, integrasi operasional, serta ekspansi ke berbagai pasar.

Dalam edisi IMPACT, PepsiCo memperkenalkan model operasional baru melalui IMPACT Framework, yang melibatkan tim lintas fungsi sejak awal, mulai dari keberlanjutan, rantai pasok, pengadaan, riset dan pengembangan, hingga operasional.

Melalui pendekatan ini, setiap solusi diselaraskan dengan agenda PepsiCo Positive atau pep+, agar inovasi yang dihasilkan mendukung prioritas bisnis sekaligus target keberlanjutan di bidang pertanian, iklim, dan ekonomi sirkular.

Ekosistem program juga diperkuat melalui kolaborasi dengan sejumlah mitra modal ventura dan inovasi seperti Artesian, AgFunder Asia, Nanyang Technological University melalui SAIL, AgriFutures growAG, serta mitra lama seperti Circulate Capital, GC Ventures, dan CM Venture Capital.

Chief Executive Officer Asia Pasifik PepsiCo, Anne Tse, mengatakan keunggulan kompetitif di kawasan akan sangat ditentukan oleh kemampuan perusahaan mengubah inovasi praktis menjadi hasil komersial yang terukur.

Lima startup yang dipilih pada 2026 dinilai memiliki kesiapan skala, relevansi terhadap prioritas pep+, dan kemampuan integrasi ke rantai pasok PepsiCo.

Kelima startup tersebut adalah Adiona dari Australia yang menawarkan platform optimasi logistik berbasis AI dan telah memangkas jarak tempuh armada hingga 19%.

Dari Indonesia, ada Bali Waste Cycle yang menghadirkan model pengolahan sampah terdesentralisasi untuk pemulihan plastik bernilai rendah.

Startup lain yakni Beijing AIForce Tech dari China dengan mesin pertanian listrik otomatis, Takachar dari Thailand yang mengolah sisa panen menjadi biochar, serta X-Centric dari Australia yang menawarkan analisis kesehatan tanah berbasis digital.

GCG BUMN
Program ini akan ditutup dengan final showcase pada Oktober 2026 di Singapura, di mana kelima startup akan mempresentasikan pencapaian komersial dan operasional mereka di hadapan pimpinan PepsiCo, mitra, dan calon investor. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories