JAKARTA (IndoTelko) - Confluent mengakselerasi adopsi kecerdasan artifisial (AI) berbasis data real-time di Indonesia melalui penyelenggaraan Data Streaming World Tour 2026 Jakarta.
Acara ini mempertemukan pakar teknologi, pengembang, dan eksekutif bisnis untuk membahas strategi implementasi AI yang mampu berjalan dalam skala produksi dan memberikan dampak bisnis nyata.
Ekonomi digital Indonesia saat ini mengalami transformasi yang semakin cepat seiring pemanfaatan AI di berbagai sektor, mulai dari layanan keuangan, e-commerce, logistik, hingga telekomunikasi. Perusahaan berlomba memanfaatkan AI untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, efisiensi operasional, serta membuka peluang pendapatan baru.
Namun, implementasi AI dalam skala besar masih menghadapi tantangan, terutama dalam pengelolaan data yang harus tersedia secara real-time, terstruktur, dan dapat diandalkan.
Area Vice President Asia Confluent, Rully Moulany, mengatakan kebutuhan utama saat ini bukan lagi sekadar adopsi AI, melainkan kesiapan infrastruktur data untuk mendukung operasional AI secara berkelanjutan.
“Organisasi yang akan memimpin saat ini dan ke depan adalah mereka yang mampu mengelola kualitas sekaligus kecepatan data. AI tidak cukup hanya pintar, tetapi juga harus didukung aliran data yang real-time dan konsisten,” ujarnya.
Melalui acara ini, Confluent menghadirkan berbagai pendekatan praktis, mulai dari kerangka kerja strategis hingga panduan teknis untuk membantu perusahaan beralih dari tahap uji coba AI menuju implementasi penuh di lingkungan produksi.
Diskusi juga menyoroti pentingnya sistem AI yang mampu belajar secara berkelanjutan, mengambil keputusan secara real-time, serta memanfaatkan konteks data yang terintegrasi, bukan sekadar data dalam jumlah besar.
Selain itu, Confluent menekankan pentingnya pemrosesan data yang lebih dekat dengan sumbernya guna membangun arsitektur lakehouse yang lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan bisnis.
Dari sisi efisiensi, perusahaan juga memaparkan potensi penurunan total cost of ownership (TCO) hingga 4070% melalui penggunaan platform data streaming terintegrasi, sekaligus meningkatkan produktivitas pengembang.
Tak hanya diskusi, peserta juga mendapatkan pengalaman langsung dalam membangun agen AI yang mampu memproses dan merespons data streaming secara real-time, sebagai bagian dari kesiapan menuju implementasi AI yang lebih matang di Indonesia. (mas)