JAKARTA (IndoTelko) PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2026 dengan sejumlah keputusan strategis, termasuk aksi korporasi pemecahan saham.
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui stock split dengan rasio 1:2. Nilai nominal saham yang sebelumnya Rp25 per saham menjadi Rp12,5 per saham. Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan serta memperluas basis investor di pasar modal.
Seiring aksi tersebut, perseroan juga melakukan perubahan Pasal 4 Anggaran Dasar terkait struktur permodalan. Jumlah saham beredar meningkat dari 6,71 miliar saham menjadi 13,43 miliar saham sebagai konsekuensi dari pelaksanaan stock split.
Selain itu, RUPSLB menyetujui revisi Pasal 12 Anggaran Dasar mengenai kewenangan Direksi. Dalam ketentuan baru, Presiden Direktur atau Wakil Presiden Direktur berhak mewakili perseroan, sementara dalam kondisi tertentu dapat diwakili oleh dua anggota Direksi lainnya.
Pada agenda lain, rapat menerima pemberitahuan wafatnya Direktur Bima Kurniawan pada 14 Februari 2026. Perseroan menyampaikan penghargaan atas kontribusinya serta memberikan pembebasan tanggung jawab atas seluruh tindakan selama masa jabatan.
Rapat juga menetapkan susunan terbaru Direksi dan Dewan Komisaris untuk melanjutkan sisa masa jabatan guna menjaga kesinambungan strategi bisnis.
Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher, menyatakan keputusan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur perusahaan sekaligus membuka akses investasi yang lebih luas. Ia menilai kebutuhan layanan keamanan siber akan terus meningkat seiring akselerasi transformasi digital di Indonesia.
Didirikan pada 2010, ITSEC Asia bergerak di bidang keamanan siber dan melayani sektor keuangan, telekomunikasi, energi, hingga pemerintahan. Perseroan juga aktif mendukung penguatan ketahanan siber nasional melalui inovasi dan kolaborasi ekosistem. (mas)