JAKARTA (IndoTelko) Equinix meluncurkan Equinix Fabric Intelligence, solusi berbasis AI untuk mengelola infrastruktur jaringan dan mendukung percepatan beban kerja kecerdasan buatan di perusahaan.
Solusi ini menjadi lapisan operasional AI-native yang dirancang untuk menggantikan pendekatan jaringan tradisional berbasis software-defined networking (SDN). Dengan pendekatan baru tersebut, perusahaan dapat menyederhanakan kompleksitas operasional sekaligus meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan jaringan global.
Menurut analis Omdia, Jim Frey, otomatisasi jaringan menjadi kebutuhan utama ke depan. Mayoritas organisasi menilai AI berperan penting dalam menghadirkan otomatisasi yang efektif, terutama untuk mendukung skala dan kompleksitas sistem modern.
Fabric Intelligence memungkinkan otomatisasi dalam penerapan, optimalisasi, hingga pemeliharaan infrastruktur yang tersebar di berbagai lingkungan, mulai dari cloud, pusat data, hingga edge. Pendekatan ini mengurangi ketergantungan pada proses manual dan membantu tim TI lebih fokus pada pengembangan kapabilitas AI.
Chief Business Officer Equinix, Jon Lin, menyatakan bahwa banyak perusahaan telah mengadopsi AI, namun belum didukung infrastruktur yang memadai untuk skala besar. Kehadiran solusi ini diharapkan dapat mengubah infrastruktur jaringan dari hambatan menjadi keunggulan kompetitif.
Fabric Intelligence juga dilengkapi berbagai fitur berbasis AI, termasuk penggunaan natural language, otomatisasi berbasis agen (agentic workflow), serta analitik prediktif untuk meningkatkan visibilitas dan kinerja jaringan.
Didukung oleh jaringan global Equinix yang mencakup lebih dari 280 pusat data di 77 kota, solusi ini dirancang untuk mempercepat adopsi AI dan infrastruktur generasi berikutnya. Perusahaan juga memperkuat posisinya di ekosistem AI melalui keterlibatan dalam Agentic AI Foundation.
Fabric Intelligence merupakan bagian dari portofolio Equinix Fabric yang saat ini melayani ribuan pelanggan global. Solusi ini tersedia dalam tahap preview dan ditujukan bagi perusahaan yang ingin mempercepat transformasi digital berbasis AI. (mas)