telkomsel halo

Cisco perkuat keamanan untuk tenaga kerja AI

08:38:00 | 15 Apr 2026
Cisco perkuat keamanan untuk tenaga kerja AI
JAKARTA (IndoTelko) - Cisco memperkenalkan inovasi keamanan terbaru untuk mendukung ekosistem AI agentic, yakni sistem berbasis agen yang tidak hanya merespons, tetapi juga mampu bertindak secara mandiri. Pengumuman ini disampaikan dalam ajang RSA Conference 2026 sebagai upaya menjawab tantangan keamanan dalam adopsi teknologi AI.

President dan Chief Product Officer Cisco, Jeetu Patel, menyatakan bahwa agen AI kini menjadi “tenaga kerja baru” yang mampu memperluas kapasitas organisasi. Namun, faktor keamanan tetap menjadi kunci agar teknologi ini dapat diadopsi secara luas.

Berdasarkan survei Cisco terhadap pelanggan enterprise, sebanyak 85% perusahaan telah bereksperimen dengan agen AI, namun baru 5% yang mengimplementasikannya secara penuh di lingkungan produksi. Hal ini menunjukkan masih adanya hambatan, terutama dari sisi keamanan.

Untuk itu, Cisco menekankan tiga pendekatan utama, yaitu memastikan agen bekerja sesuai tujuan, melindungi agen dari ancaman eksternal, serta mempercepat deteksi dan respons terhadap insiden berbasis AI.

Dalam aspek kontrol akses, Cisco memperluas konsep Zero Trust ke lingkungan agen AI. Melalui integrasi Duo IAM dan Secure Access, setiap agen diberikan identitas yang terverifikasi, dikaitkan dengan penanggung jawab manusia, serta dibatasi aksesnya secara spesifik sesuai kebutuhan. Pendekatan ini juga didukung visibilitas penuh terhadap aktivitas agen guna meminimalkan risiko penyalahgunaan.

Selain itu, Cisco menghadirkan solusi AI Defense untuk menguji dan mengamankan agen sebelum digunakan. Versi Explorer Edition memungkinkan organisasi melakukan simulasi serangan (red teaming), mengidentifikasi kerentanan seperti prompt injection dan jailbreak, serta menghasilkan laporan risiko yang dapat ditindaklanjuti. Platform ini juga terintegrasi dengan berbagai pipeline pengembangan seperti GitHub dan Jenkins.

Cisco turut merilis Agent Runtime SDK untuk menyematkan kebijakan keamanan langsung dalam proses pengembangan agen, serta memperkenalkan LLM Security Leaderboard guna memberikan transparansi terkait risiko model AI terhadap berbagai serangan.

Sebagai bagian dari kolaborasi terbuka, Cisco juga meluncurkan framework DefenseClaw yang mengintegrasikan berbagai tools open source untuk memastikan keamanan agen sejak tahap pengembangan hingga operasional. Framework ini akan terhubung dengan NVIDIA OpenShell guna memperkuat proteksi pada level runtime.

Di sisi operasional, Cisco mengembangkan peran AI dalam Security Operations Center (SOC) melalui integrasi dengan platform Splunk. Pendekatan ini memungkinkan SOC beralih dari reaktif menjadi proaktif, dengan dukungan analitik risiko, otomasi deteksi, serta agen AI yang mampu melakukan triase hingga respons ancaman secara mandiri.

President Blackwood, Ryan Morris, menilai pemanfaatan agen AI dalam SOC menjadi langkah penting untuk membantu tim keamanan menghadapi lonjakan ancaman dan kompleksitas sistem.

GCG BUMN
Sejumlah fitur seperti Detection Studio telah tersedia secara umum, sementara kapabilitas lain dijadwalkan hadir bertahap hingga pertengahan 2026. Dengan strategi ini, Cisco menargetkan organisasi dapat mengadopsi AI secara lebih aman sekaligus mempercepat transformasi digital berbasis agen. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories