telkomsel halo

Ambisi AI terkendala, hanya 14% perusahaan maksimalkan cloud

06:59:00 | 14 Apr 2026
Ambisi AI terkendala, hanya 14% perusahaan maksimalkan cloud
JAKARTA (IndoTelko) NTT DATA mengungkap masih rendahnya tingkat optimalisasi cloud dalam mendukung implementasi kecerdasan buatan (AI). Dalam laporan terbaru berjudul Cloud-led Innovation in the Era of AI: The New Rules for Driving Value with Cloud, hanya sekitar 14% organisasi yang telah mencapai tingkat kematangan cloud tertinggi.

Berdasarkan survei terhadap lebih dari 2.300 eksekutif di 33 negara, mayoritas perusahaan mengakui peran penting cloud dalam pengembangan AI. Sebanyak 99% responden menyatakan AI mendorong peningkatan kebutuhan investasi cloud. Namun di sisi lain, 88% justru menilai investasi yang ada saat ini berpotensi menghambat percepatan inisiatif AI, termasuk transformasi cloud-native dan modernisasi sistem.

Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara ekspektasi dan realisasi. Meski cloud diposisikan sebagai pendorong inovasi, kurang dari separuh organisasi merasa puas terhadap dampak bisnis maupun progres transformasi yang telah dicapai.

Perusahaan yang telah masuk kategori cloud evolved atau memiliki kematangan tinggi dalam adopsi cloud disebut lebih unggul dalam memanfaatkan AI untuk mendukung kinerja bisnis.

Presiden Global Head of Cloud and Security NTT DATA, Charlie Li, menegaskan bahwa peran cloud kini telah berevolusi. “Cloud tidak lagi sekadar infrastruktur, tetapi menjadi fondasi utama dalam menjalankan AI. Perusahaan yang belum membangun kapabilitas cloud secara matang berisiko menghambat nilai investasi AI mereka,” ujarnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, NTT DATA merumuskan enam prinsip utama agar cloud dapat menjadi sumber nilai strategis di era AI.

Pertama, strategi cloud dan AI harus terintegrasi. Kebutuhan investasi meningkat, namun penyelarasan antar fungsi seperti CIO, CTO, dan CAIO masih belum merata.

Kedua, arsitektur cloud menjadi faktor penentu keberhasilan. Perusahaan kini semakin mengadopsi pendekatan hybrid yang mengombinasikan public, private, hingga sovereign cloud, dengan tren pertumbuhan signifikan pada private dan sovereign cloud dalam dua tahun ke depan.

Ketiga, modernisasi aplikasi menjadi kunci penciptaan nilai. Sistem legacy masih menjadi hambatan utama inovasi sehingga transformasi aplikasi dan platform data menjadi prioritas.

Keempat, pendekatan berbasis platform semakin penting untuk mengelola kompleksitas dan biaya cloud. Penggunaan platform terkelola diprediksi meningkat signifikan.

Kelima, pengukuran kinerja perlu bergeser dari metrik teknis ke metrik bisnis. Meski demikian, adopsi pendekatan ini masih terbatas di banyak organisasi.

Keenam, penguatan keamanan tetap menjadi fondasi utama. Meski menjadi prioritas investasi, tingkat kepercayaan terhadap keamanan cloud masih belum merata antar perusahaan.

GCG BUMN
Dengan berbagai tantangan tersebut, NTT DATA menilai keberhasilan transformasi AI sangat bergantung pada kesiapan fondasi cloud yang matang, terintegrasi, dan berorientasi pada penciptaan nilai bisnis. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories