telkomsel halo

Bitcoin menguat usai gencatan senjata AS-Iran?

05:55:00 | 11 Apr 2026
Bitcoin menguat usai gencatan senjata AS-Iran?
JAKARTA (IndoTelko) - Harga Bitcoin kembali menguat dan menarik perhatian pasar setelah naik 1,0% dalam 24 jam terakhir ke level US$72.258 pada Jumat (10/4). Kenaikan ini melampaui pertumbuhan pasar kripto secara keseluruhan yang hanya naik 0,79%, menandakan adanya dorongan kuat dari faktor eksternal, terutama sentimen global.

Penguatan ini terjadi seiring meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, setelah diumumkannya gencatan senjata sementara selama dua minggu pada awal April 2026. Kondisi tersebut mendorong investor kembali masuk ke aset berisiko. Dampaknya terlihat luas, termasuk pada pasar saham di mana S&P 500 menguat 1,9%, sementara Bitcoin menunjukkan korelasi tinggi terhadap indeks tersebut, mencerminkan keterkaitan yang semakin erat dengan kondisi makro global.

Analis dari Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menilai reli ini lebih didorong oleh perubahan sentimen global dibandingkan faktor fundamental internal kripto. Ia menjelaskan bahwa dalam situasi seperti ini, Bitcoin cenderung bergerak sejalan dengan aset berisiko lainnya.

Selain faktor geopolitik, kenaikan harga juga diperkuat oleh aktivitas di pasar derivatif. Dalam 24 jam terakhir, terjadi likuidasi posisi short senilai US$427 juta yang memicu aksi beli paksa dan mempercepat kenaikan. Secara teknikal, Bitcoin juga berhasil menembus level penting Fibonacci di kisaran US$71.515, sementara indikator RSI masih berada di zona bullish dan belum menunjukkan kondisi jenuh beli, sehingga momentum kenaikan dinilai masih terjaga dalam jangka pendek.

Dari sisi makroekonomi, data inflasi Amerika Serikat turut memberikan sentimen positif. Inflasi PCE Februari tercatat sebesar 2,8% secara tahunan, sesuai ekspektasi pasar, sehingga membuka peluang kebijakan moneter yang lebih fleksibel dari Federal Reserve. Namun, perhatian pasar kini tertuju pada rilis data inflasi CPI Maret yang diperkirakan meningkat menjadi 3,3%, yang berpotensi memengaruhi arah suku bunga ke depan.

Dalam jangka pendek, Bitcoin masih memiliki peluang melanjutkan penguatan selama mampu bertahan di atas level US$71.500, dengan potensi menguji resistance di kisaran US$72.545 hingga US$73.500. Meski demikian, risiko koreksi tetap terbuka, terutama jika ketegangan geopolitik kembali meningkat atau data ekonomi tidak sesuai harapan. Dalam skenario tersebut, harga berpotensi turun ke area support di sekitar US$68.700.

GCG BUMN
Pergerakan ini menunjukkan bahwa Bitcoin semakin terintegrasi dengan dinamika global. Reli yang terjadi bukan hanya didorong faktor internal, tetapi juga mencerminkan perubahan sentimen investor terhadap risiko global, sehingga meski peluang kenaikan masih terbuka, kondisi pasar tetap tergolong rapuh dan memerlukan kewaspadaan. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories