JAKARTA (IndoTelko) - OutSystems memperkenalkan pendekatan baru bertajuk Agentic Systems Engineering untuk membantu perusahaan membangun dan mengelola sistem AI agentik yang lebih terstruktur di level enterprise. Inisiatif ini dirancang menjawab tantangan pesatnya adopsi AI yang kerap memunculkan kompleksitas baru dalam pengembangan software, terutama terkait kualitas kode, arsitektur, dan integrasi dengan sistem lama.
Dalam pendekatan ini, OutSystems menempatkan Enterprise Context Graph sebagai fondasi utama. Teknologi tersebut memungkinkan pemahaman menyeluruh terhadap arsitektur enterprise secara real-time, mulai dari aplikasi, workflow, data, hingga keterkaitan antar komponen. Dengan konteks yang lebih kaya serta guardrails yang terintegrasi, sistem AI yang dihasilkan tetap terjaga dari sisi keamanan, kepatuhan, dan kesiapan produksi.
CEO OutSystems, Woodson Martin, menegaskan bahwa meskipun AI membawa perubahan besar dalam berbagai tools dan platform, kebutuhan akan kontrol dan tata kelola tetap menjadi prioritas bagi perusahaan. Melalui kombinasi Enterprise Context Graph dan Mentor generasi terbaru, OutSystems menghadirkan konektivitas dan kontrol yang dibutuhkan untuk implementasi AI di lingkungan bisnis.
Mentor, yang kini terintegrasi langsung dalam platform, hadir dengan pengalaman berbasis percakapan serta dukungan IDE. Kehadiran fitur ini memungkinkan tim developer membangun sistem kompleks secara lebih efisien sekaligus menjaga konsistensi arsitektur. Peran developer pun bergeser menjadi lebih strategis sebagai arsitek yang berfokus pada logika bisnis dan desain sistem.
Pendekatan ini juga mendukung ekosistem yang lebih terbuka, di mana berbagai tools berbasis AI agentik seperti Claude Code, OpenAI Codex, dan Cursor dapat dimanfaatkan dalam satu kerangka kerja yang sama. Setiap agen tetap beroperasi dalam konteks enterprise dengan pengamanan yang memastikan kepatuhan dan stabilitas sistem.
OutSystems menargetkan pembukaan program early access pada kuartal kedua 2026. Sejumlah implementasi awal menunjukkan hasil positif, di antaranya peningkatan produktivitas developer, percepatan time-to-market, hingga efisiensi pengembangan aplikasi.
Perusahaan seperti valantic memanfaatkan Mentor untuk mempercepat penyusunan struktur proyek dan mengurangi beban pekerjaan berulang, sementara AllianceCorp Manufacturing menggunakannya untuk pengembangan solusi di sektor semikonduktor dan e-mobility. Di sisi lain, SRS Distributionmencatat percepatan pengembangan aplikasi hingga 50%, termasuk peluncuran aplikasi hanya dalam hitungan minggu.
Dengan pendekatan ini, OutSystems menegaskan posisinya dalam mendorong adopsi AI enterprise yang tidak hanya cepat, tetapi juga tetap terkelola dan selaras dengan kebutuhan bisnis. (mas)