JAKARTA (IndoTelko) — Red Hat dan NVIDIA meluncurkan Red Hat AI Factory with NVIDIA, platform software hasil engineering bersama yang menggabungkan Red Hat AI Enterprise dan NVIDIA AI Enterprise untuk menghadirkan solusi AI end-to-end bagi kalangan enterprise.
Platform ini dirancang membantu organisasi mengimplementasikan AI dalam skala besar dengan dukungan penuh untuk arsitektur hardware NVIDIA, menyasar proyeksi belanja enterprise untuk AI yang diperkirakan melampaui US$1 triliun pada 2029.
Red Hat AI Factory with NVIDIA hadir untuk menyederhanakan pengelolaan infrastruktur sekaligus memenuhi kebutuhan AI stack yang terus berkembang, sehingga tim IT dapat mengoperasikan beban kerja AI dan tradisional secara lebih efisien dalam satu platform.
Platform ini mencakup kemampuan inference berperforma tinggi, penyesuaian model, pengelolaan agen AI, serta fitur keamanan tingkat enterprise yang dapat dijalankan di lingkungan on-premises, cloud, maupun edge.
Chief Technology Officer dan Senior Vice President Global Engineering Red Hat Chris Wright, menyebut transisi dari fase eksperimen menuju produksi AI skala industri sebagai tantangan mendasar yang dihadapi organisasi saat ini.
"Melalui Red Hat AI Factory with NVIDIA, kami membantu organisasi mempercepat implementasi AI dan bergerak lebih cepat ke lingkungan produksi," ujarnya.
Vice President Enterprise AI Platforms NVIDIA Justin Boitano, menambahkan bahwa perusahaan kini memasuki era pembangunan AI factory yang mampu mengubah data menjadi kecerdasan dalam skala besar.
"Platform ini memberikan fondasi software yang andal untuk membangun dan menerapkan aplikasi agentic AI generasi berikutnya," kata Boitano.
Platform ini menawarkan sejumlah keunggulan teknis bagi pengguna enterprise, antara lain akses ke model siap pakai seperti IBM Granite, NVIDIA Nemotron, dan NVIDIA Cosmos untuk mempercepat time-to-value; optimalisasi performa dan efisiensi biaya melalui teknologi inference vLLM dan NVIDIA TensorRT-LLM; orkestrasi GPU cerdas untuk pengelolaan sumber daya yang lebih fleksibel; serta keamanan berbasis Red Hat Enterprise Linux dan arsitektur zero-trust dari NVIDIA.
Red Hat AI Factory with NVIDIA juga didukung oleh sejumlah produsen sistem global, termasuk Cisco, Dell Technologies, Lenovo, dan Supermicro, yang memungkinkan implementasi AI diskalakan dengan tingkat keandalan setara beban kerja enterprise lainnya. Mitra distribusi seperti TD SYNNEX dan World Wide Technology turut menegaskan bahwa platform ini membantu organisasi mengurangi kompleksitas implementasi AI sekaligus mempercepat pencapaian nilai bisnis yang terukur.(mas)