telkomsel halo

Twitter rancang kebijakan terkait proses verifikasi

09:57:01 | 26 Nov 2020
Twitter rancang kebijakan terkait proses verifikasi
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) – Tiga tahun lalu, Twitter menghentikan sementara program verifikasi publik setelah menerima masukan bahwa program ini membingungkan banyak orang.

Satu tahun kemudian; Twitter menurunkan prioritas terhadap hal ini untuk lebih fokus dalam melindungi integritas percakapan publik, terutama saat momentum krusial, seperti Pemilu AS 2020.

Sejak itu, Twitter belum memberikan kejelasan mengenai siapa dan kapan sebuah akun dapat diverifikasi, mengapa sebuah akun dapat kehilangan verifikasinya, atau apa artinya saat sebuah akun diverifikasi.

Sekarang, Twitter mengumumkan rencana untuk mengubah bagaimana orang dapat mengidentifikasikan dirinya di Twitter, dimulai dari verifikasi dan meminta saran kepada publik mengenai rancangan kebijakan verifikasi yang baru. Meminta masukan publik telah menjadi bagian penting dari proses pengembangan kebijakan di Twitter untuk memastikan, bahwa sebagai layanan yang bersifat publik, aturan yang ada mencerminkan suara orang-orang yang menggunakan Twitter.

Twitter berencana meluncurkan kembali proses verifikasi, termasuk proses permohonan verifikasi untuk publik, pada awal tahun 2021.

Namun demikian, Twitter perlu memperbarui kebijakan verifikasi ini dengan bantuan publik. Kebijakan ini akan menjadi dasar untuk perbaikan di masa mendatang dengan mendefinisikan apa yang dimaksud dengan verifikasi, siapa yang berhak diverifikasi, dan kenapa beberapa akun dapat kehilangan verifikasinya - untuk memastikan proses tersebut berjalan dengan adil.

Twitter memulai proses ini dengan memperjelas beberapa jenis Notable Accounts yang layak untuk mendapatkan verifikasi. Menurut rancangan kebijakan yang baru, “Lencana terverifikasi biru pada Twitter memudahkan orang mengenali bahwa sebuah akun yang diminati publik tersebut adalah akun asli. Untuk mendapatkan lencana biru, akun Anda harus dikenali dan aktif.”

Enam jenis akun yang sudah diidentifikasi untuk dapat diverifikasi adalah:

1. Pemerintahan
2. Perusahaan, merek dagang, dan organisasi
3. Berita
4. Dunia hiburan
5. Olahraga
6. Aktivis, penyelenggara, dan individu berpengaruh lainnya.

Twitter juga menambahkan kriteria untuk mencabut verifikasi secara otomatis, jika akun tersebut tidak aktif atau memiliki profil tidak lengkap. Hal ini juga akan berlaku terhadap akun-akun terverifikasi yang melanggar Peraturan Twitter berulang kali. Twitter menyadari, bahwa ada beberapa akun Twitter yang seharusnya tidak diverifikasi.  

Twitter akan memulai proses ini dengan mencabut verifikasi bagi akun yang sudah tidak aktif atau memiliki profil yang tidak lengkap dan berencana untuk memperluas kebijakan ini selama 2021.

Periode pemberian saran oleh publik dimulai tanggal 24 November 2020 hingga 8 Desember 2020. Selama periode tersebut, Twitter akan meninjau saran publik tentang rancangan kebijakan ini dan melatih tim agar lebih siap dengan pendekatan baru ini. Kebijakan baru yang sudah final akan diumumkan pada 17 Desember 2020.(pg)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom Digital Solution
More Stories
Data Center Service Provider of the year
XL Ditengah Pandemi