Paket Phoenix
Paket Phoenix

Topremit ekspansi ke Eropa

11:43:48 | 14 Jun 2020
Topremit ekspansi ke Eropa
Angkasa Pura 2
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Topremit, penyedia layanan remitansi online berlisensi yang membantu mengirim uang dari Indonesia ke luar negeri melalui aplikasi web dan seluler, memperluas layanannya ke Inggris, Jerman, Belanda, dan Prancis sebagai fase pertama dalam membuka channel ke Uni Eropa akhir tahun ini. 

Topremit yang telah memiliki lisensi dari Bank Indonesia, menawarkan layanan remitansi aman, cepat, dan hingga 87% lebih hemat dibandingkan layanan remitansi bank, dengan 20 negara tujuan pengiriman di Asia, Australia, Inggris, dan Eropa. 

Selain itu, dalam rangka membantu penyesuaian masyarakat dengan new normal, Topremit juga meluncurkan kampanye #togetherfightcorona, yaitu pembagian voucher bebas biaya layanan bagi seluruh pengguna baik lama dan baru, agar dapat mengirimkan uang ke luar negeri secara virtual dan meminimalisir kontak fisik.

CEO Topremit Hermanto, menjelaskan bahwa Topremit diawali di Kota Medan pada tahun 2009 sebagai bisnis remitansi konvensional, dan telah memiliki lisensi Bank Indonesia sejak April 2009. 

Seiring meningkatnya permintaan pasar dan mengikuti perkembangan platform digital, pada bulan Agustus 2018, Hermanto (CEO) dan Henry Wirawan (CMO) memutuskan untuk mengubah model bisnis Topremit dari tradisional ke layanan online, dan menjadi penyedia layanan remitansi online internasional pertama dari Indonesia.

Pada pertengahan tahun 2019, untuk menjawab tuntutan pasar akan layanan remitansi mudah dan mobile, Topremit meluncurkan aplikasi seluler di platform iOS dan Android. Pada bulan Desember di tahun yang sama, Topremit juga mendapat penghargaan sebagai “Layanan Pengiriman Uang Terbaik Tahun 2019” oleh Bank Indonesia.

“Sejak bisnis kami beralih ke platform online dan selular tahun 2018 yang lalu, kami telah dipercaya oleh 32.750 pengguna di Indonesia untuk mengirimkan lebih dari 554 Milyar Rupiah ke 16 negara di Asia dan Australia. Pada minggu ini, kami memperluas layanan kami ke Inggris, Jerman, Belanda, dan Prancis sebagai langkah pertama dari rencana ekspansi kami ke Eropa untuk semakin memperkaya layanan kami, kata Hermanto.

Negara Inggris, Jerman, Belanda, dan Prancis, adalah empat negara tujuan terbaru dalam fase pertama ekspansi layanan Topremit ke negara-negara Uni Eropa tahun ini. Topremit menargetkan untuk membuka koridor layanan remitansi ke AS dan Uni Eropa pada akhir tahun 2020. Selain empat negara tujuan pengiriman baru tersebut, Topremit telah melayani pengiriman uang ke 15 negara di Asia, yaitu: Malaysia, Singapura, Tiongkok, Korea Selatan, Filipina, India, Jepang, Thailand, Vietnam, Bangladesh, Kamboja, Sri Lanka, Nepal, Pakistan, dan Turki; juga pengiriman ke Australia.

CMO Topremit Henry Wirawan, menjelaskan bahwa sesuai dengan misi Topremit untuk “membantu semua orang mengirimkan uang kapanpun dengan nyaman, aman, cepat, dan andal.

Topremit sangat mengutamakan keamanan, kecepatan, harga yang terjangkau, dan transparansi layanannya. Untuk menjamin keamanan dana pengguna, Topremit telah mendapatkan lisensi dan juga dimonitor oleh Bank Indonesia. Layanan Topremit juga dapat dilacak secara real time, sehingga pengirim dapat memonitor seluruh tahapan pengiriman dana tersebut.

Topremit menghadirkan empat langkah mudah dan cepat untuk mengirimkan uang secara online, dengan waktu penerimaan mulai dari 5 menit (Singapura-SGD), 10 menit (Inggris-GBP), hingga 1 hari kerja bank, tergantung dari negara tujuan dan cara penerimaan dana. Biaya transaksi Topremit juga hingga 87% lebih hemat dibandingkan biaya layanan remitansi bank. Topremit juga menjamin biaya layanan dan kurs yang transparan, juga garansi pengembalian dana 100% bila transaksi gagal.

telkom sigma
“Kami mengembangkan aplikasi seluler agar layanan Topremit semakin mudah digunakan dan mampu mengirim dana dengan semakin cepat. Selain itu, kami juga menjamin kurs dan biaya layanan yang transparan sehingga pelanggan kami dapat mengetahui jumlah tepat dana yang akan diterima dan juga seluruh biaya layanan yang harus dikeluarkan sebelum menyetujui pengiriman dana," katanya.(wn)

Smart City, satukan Negeri
Artikel Terkait
Kuota Ketengan