Paket Phoenix
Paket Phoenix

DanaTara, senjata OVO biayai UMKM

05:03:55 | 16 Dec 2019
DanaTara, senjata OVO biayai UMKM
Angkasa Pura 2
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – OVO memperkenalkan inovasi pembiayaan DanaTara yang dirancang untuk pelaku UMKM. Layanan keuangan ini bertujuan untuk memperluas akses bagi usaha mikro kecil serta menengah (UMKM) dalam mengembangkan potensi bisnis.

Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra mengatakan, OVO memperkenalkan OVO DanaTara sebagai solusi pengembangan usaha, pengelolaan arus kas dan tambahan modal usaha bagi pelaku UMKM Indonesia. Solusi ini mendukung kebutuhan UMKM untuk memperoleh pembiayaan modal usaha, dengan cara yang jauh lebih mudah dan sederhana. Sebelumnya DanaTara telah tersedia bagi pegiat UMKM yang tergabung dalam platform eCommerce seperti Tokopedia, Lazada, Shopee dan BukaLapak.

OVO DanaTara memberikan pelaku UMKM akses pembiayaan sampai Rp 500 juta, dengan status pengajuan yang diproses dalam 2-5 hari kerja  dan tenor sampai dengan 12 bulan.

Sejak diluncurkan di tahun 2017, saat ini telah ada 450.000 pegiat UMKM telah tergabung dalam ekosistem OVO, sejalan dengan meningkatnya transaksi uang elektronik sebesar 200% hingga bulan Juli 2019[3]. Terus meningkatnya adopsi pembayaran digital menjadi prospek pasar yang sepatutnya dapat menjadi momentum pendorong tumbuhnya UMKM nasional. Ketanggapan pemerintah dalam menghadirkan stimulus bagi UMKM pun terus meningkat. Sejak dicanangkan pada bulan Agustus 2019, inovasi QRIS dari Bank Indonesia dipandang sebagai langkah besar terciptanya ekosistem keuangan digital nasional yang inklusif.

telkom sigma
"Sebagai pelaku industri tekfin, OVO mengemban tanggung jawab untuk mempercepat inklusi keuangan melalui layanan yang aman dan merangkul masyarakat, termasuk pegiat usaha mikro, kecil dan menengah. Saat ini, OVO sedang melaksanakan implementasi QRIS sesuai arahan Bank Indonesia, dan kami percaya bahwa inovasi sistem pembayaran merupakan langkah awal pemanfaatan teknologi bagi perkembangan UMKM,” tutur Karaniya.(wn)

Smart City, satukan Negeri
Artikel Terkait
Kuota Ketengan