telkomsel halo

Operator akan Genjot Pasar Microfinance

14:41:54 | 06 Feb 2013
 Operator akan Genjot Pasar Microfinance
Ilustrasi (DOK)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (indotelko) – Operator telekomunikasi akan menggeber layanan untuk microfinance pada tahun ini guna memperluas pangsa pasar uang digital.

“Kami akan meluncurkan Indonesia Digital Financing tak lama lagi. Ini untuk membidik institusi microfinance dimana banyak yang belum tersentuh lembaga keuangan seperti perbankan,”  ungkap Direktur Enterprise & Wholesale Telkom Muhammad Awaluddin di Jakarta, belum lama ini.

Diungkapkannya, pasar microfinance di Indonesia lumayan menjanjikan dimana hampir 51% orang Indonesia yang seharusnya memiliki kemampuan keuangan tetapi berstatus unbankable. “Kita akan luncurkan nanti pada Maret layanan Indonesia Digital Financing itu,”  jelasnya.

Direktur IT Solutions & Strategic Portfolio Indra Utoyo mengungkapkan, sinergi antar operator dan dunia perbankan akan dimulai pembahasannya dalam inisiatif financial inclusion yaitu untuk meluaskan layanan keuangan atau perbankan melalui mobile ke masyarakat yang belum tersentuh bank.

“Kita untuk membesarkan uang digital tidak hanya terbuka bersinergi dengan perbankan. Bahkan dengan operator seperti Indosat dan XL juga tengah dijajaki.  Namun, untuk remitansi belum ada pembicaraan dengan operator,” katanya.

Diungkapkannya, Telkom memiliki produk Delivery Money Access yang diluncurkan sejak 2011 lalu.
 
“Hingga 2012 baru ada sekitar 22 ribu transaksi. Kemarin agak terhambat karena adanya audit dari Bank Indonesia sehingga perlu menata ulang cash point Delima,” jelasnya.

XL
Sementara itu, Direktur Teknologi, konten, dan New Business XL – Dian Siswarini mengatakan layanan mobile finance adalah salah satu yang digemari oleh pelanggannya selain mobile advertising di bawah payung Digital Services. Mobile Finance XL dilabeli merek dagang XL Tunai.

Hal itu bisa terlihat dari kontribusinya ke total omzet digital services pada 2012 lalu yang mencapai 20-25% atau setara Rp 12,76 miliar   hingga Rp 15,9 miliar. Pada 2012 omzet dari digital services sekitar Rp 63,8 miliar.

Rinciannya adalah, pencatatan bisnis ini dimasukkan ke Value Added Services (VAS) dimana sekitar Rp 638,4 miliar. Sedangkan digital services berkontribusi sekitar 10 persen bagi VAS.

XL baru saja meluncurkan XL Tunai International Remittance.

Melalui layanan ini, pelanggan akan bisa menerima  kiriman uang dari luar negeri, khususnya dari Malaysia dan Arab Saudi serta lebih dari 110 negara lainnya di dunia. Layanan yang bisa dinikmati mulai Februari 2013 ini merupakan hasil kerjasama XL dengan Western Union dan Celcom Axiata (Air Cash).

Saat ini XL Tunia International Remittance baru berupa layanan penerimaan uang dari luar negeri dan belum memberlakukan layanan pengiriman uang ke luar negeri. Pengiriman melalui Western Union bisa dilakukan dari Malaysia, Arab Saudi, Hong Kong, Singapura, dan lebih dari 100  negara lainnya yang disupport Agen Western Union. Sedangkan pengiriman melalui Celcom Axiata (Air Cash) bisa dilakukan dari pelanggan Celcom di Malaysia.
 
XL Tunai telah memiliki 250.000 pelanggan dengan dukungan hampir 10 ribu agen di seluruh Indonesia.

Uang digital ini juga telah bisa dimanfaatkan untuk bertransaksi di hampir 7 ribu merchant atara lain restoran dan toko retail, termasuk belanja online di Multiply.com, Blibli.com, dan belanja di Alfamart.

“Kita harapkan XL Tunai bisa memiliki 2 juta pelanggan pada tahun ini,” kata Dian.(id)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year