Wamenkomdigi tinjau Program MBG Grab-OVO berbasis AI

07:07:00 | 17 Okt 2026
Wamenkomdigi tinjau Program MBG Grab-OVO berbasis AI
JAKARTA (IndoTelko) - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo meninjau implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dijalankan Grab-OVO bersama Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB). Program ini memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung pengawasan, keamanan pangan, serta transparansi penyaluran makanan kepada siswa.

Kunjungan pada 15 Oktober 2026 itu diawali di Sekolah Khusus Negeri (SKhN) 01 Tangerang Selatan. Angga berdialog dengan mitra pengemudi yang bertugas mengantarkan makanan sekaligus menyaksikan langsung kegiatan makan siswa kelas 1 dan 2 SD tunarungu.

Rangkaian kunjungan berlanjut ke Grab Command Center di kantor Grab Support, Lebak Bulus, Jakarta. Di lokasi tersebut, Angga melihat pemanfaatan teknologi untuk memantau pelaksanaan program secara real-time, termasuk demonstrasi penggunaan AI dalam mendeteksi potensi pelanggaran standar kebersihan di dapur.

Program MBG CSR Swasta Grab-OVO sepenuhnya didanai melalui dana CSR perusahaan dan dukungan berbagai mitra swasta dengan skema nirlaba. Inisiatif ini dirancang untuk melengkapi program MBG nasional, dengan fokus pada keamanan pangan, tata kelola yang akuntabel, pemberdayaan UMKM lokal, serta pelibatan mitra pengemudi.

Bersama YIPB, program tersebut juga menyasar anak-anak berkebutuhan khusus agar memperoleh akses terhadap makanan bergizi dan berkualitas.

Teknologi Terintegrasi dari Dapur hingga Sekolah

Grab-OVO menerapkan sistem digital di sejumlah tahapan operasional. Sekolah dapat memesan makanan satu minggu sebelumnya melalui fitur pemesanan terjadwal (advance booking) dan layanan Grab for Business. Pemesanan dibatasi pada mitra UMKM yang telah dipilih, dengan nilai transaksi yang ditentukan. Pembayaran dilakukan secara terpusat oleh donatur, sedangkan transaksi dapat dipantau melalui dashboard.

Pada tahap pengantaran, sekolah dapat memantau status pesanan secara real-time melalui aplikasi Grab. Sementara itu, aspek tata kelola didukung formulir digital yang mewajibkan mitra UMKM mengisi deklarasi kesehatan dan mendokumentasikan persiapan makanan. Sekolah juga mengisi formulir serah terima setiap hari, dengan kanal Grab Support sebagai sarana penyampaian masukan.

Pemantauan higienitas turut memanfaatkan CCTV yang dilengkapi teknologi AI di area dapur, penyajian, dan serah terima. Teknologi tersebut membantu mendeteksi kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) serta potensi keberadaan hama.

Temuan AI tidak langsung dijadikan dasar tindakan. Setiap peringatan terlebih dahulu divalidasi oleh agen Command Center, yang kemudian berkoordinasi dengan mitra UMKM untuk melakukan perbaikan apabila diperlukan.

Pemantauan dilakukan secara terbatas pada titik-titik kritis operasional, dengan persetujuan tertulis dari mitra UMKM dan mengacu pada prinsip Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi.

CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting untuk memastikan makanan yang diterima anak-anak aman, bergizi, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Teknologi bukan sekadar alat bantu, tetapi fondasi untuk memastikan setiap porsi makanan yang diterima anak-anak aman, bergizi, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Menurut Neneng, pencatatan digital dari pemesanan hingga pengawasan dapur berbasis AI juga mendukung transparansi pelaksanaan program. Pada saat bersamaan, inisiatif tersebut memberikan peluang pemberdayaan bagi UMKM lokal dan mitra pengemudi.

Jangkau 5.356 Penerima Manfaat

Kepala Sekolah SKhN 01 Tangerang Selatan, Aam Marhamah, menyampaikan bahwa sistem digital membantu sekolah menjalankan program secara lebih tertib. Pemesanan dilakukan melalui aplikasi, pengiriman dapat dipantau, dan proses serah terima tercatat dengan jelas.

Ia juga menilai program tersebut membantu meringankan beban orang tua karena siswa memperoleh makanan tanpa perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk makan siang.

Untuk menjaga mutu makanan, mitra UMKM di Tangerang Selatan yang terlibat dalam program ini telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan. Mereka juga melalui proses kurasi sebelum bergabung, memperoleh edukasi mengenai keamanan pangan dan gizi, serta menjalani pemantauan harian.

Jika ditemukan ketidakpatuhan, Grab-OVO menerapkan sanksi bertahap, mulai dari edukasi dan pembinaan hingga peninjauan status kemitraan. Program ini turut memberikan tambahan penghasilan bagi mitra pengemudi yang bertugas mengantarkan makanan.

Sejak diluncurkan pada September 2024, Program MBG CSR Swasta Grab-OVO telah menjangkau 36 sekolah dengan total 5.356 penerima manfaat. Pelaksanaannya melibatkan 44 mitra UMKM dan kantin sekolah serta 40 mitra pengemudi di 12 kota dan kabupaten.

Program ini dijalankan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, serta sejumlah organisasi dan yayasan. Mitra yang terlibat antara lain PP Muhammadiyah, Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU), Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, Yayasan Benih Baik, Artha Graha Peduli Group, Yayasan Astra, dan GK Foundation.

Ke depan, Grab, OVO, dan YIPB berkomitmen menyempurnakan pemanfaatan teknologi agar program MBG CSR Swasta dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus, sekaligus memperkuat peran UMKM lokal dan mitra pengemudi. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait