telkomsel halo

PGE abadikan sejarah panas bumi Indonesia lewat buku baru

05:58:00 | 21 Aug 2026
PGE abadikan sejarah panas bumi Indonesia lewat buku baru
JAKARTA (IndoTelko) - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) meluncurkan buku berjudul “Menjaga Masa Depan Energi Bangsa: 100 Tahun Panas Bumi Indonesia” sebagai bentuk dokumentasi perjalanan panjang pengembangan energi panas bumi nasional.

Buku tersebut diperkenalkan dalam rangkaian pembukaan The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta. Peluncuran dilakukan oleh Direktur Utama PGE Ahmad Yani yang menyerahkan buku tersebut kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Publikasi ini mengangkat perjalanan satu abad panas bumi Indonesia yang dimulai dari sumur KMJ-3 di Kamojang pada 1926, ketika semburan uap kering menjadi penanda awal eksplorasi panas bumi di Tanah Air.

Melalui buku tersebut, PGE merekam berbagai tahapan perkembangan industri panas bumi, mulai dari tonggak sejarah, tantangan pengembangan, hingga peluang pemanfaatannya untuk mendukung transisi energi nasional.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah terus mendorong pengembangan panas bumi sebagai salah satu sumber energi strategis Indonesia. Menurutnya, pemanfaatan panas bumi perlu memberikan dampak lebih luas, tidak hanya untuk sektor kelistrikan tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

“Panas bumi tidak boleh hanya dipandang sebagai sumber listrik, tetapi harus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Bahlil.

Direktur Utama PGE Ahmad Yani menyampaikan bahwa perjalanan 100 tahun panas bumi menjadi bukti pentingnya energi tersebut dalam memperkuat kedaulatan energi nasional.

Menurutnya, buku ini menjadi catatan sejarah sekaligus pengingat bahwa pengembangan panas bumi Indonesia dibangun melalui proses panjang yang melibatkan berbagai pihak.

“Perjalanan ini menjadi fondasi bagi PGE untuk terus mengembangkan panas bumi sebagai energi bersih yang andal dan memberikan manfaat lebih luas bagi Indonesia,” kata Ahmad Yani.

Indonesia memiliki potensi panas bumi sekitar 24 gigawatt (GW), menjadikannya salah satu negara dengan cadangan panas bumi terbesar di dunia. Karakteristik panas bumi yang mampu menghasilkan listrik secara stabil membuat energi ini memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung pengurangan ketergantungan terhadap energi fosil.

Penulis buku, Anif Punto Utomo, mengatakan karya tersebut tidak hanya menjadi dokumentasi sejarah, tetapi juga penghormatan bagi para perintis pengembangan panas bumi di Indonesia.

Menurutnya, perjalanan satu abad panas bumi menjadi awal menuju fase baru dengan target memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemimpin industri panas bumi dunia.

Saat ini, PGE menjadi salah satu pemain utama dalam pengembangan panas bumi nasional. Perusahaan mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang mencapai 1.932 megawatt (MW), terdiri dari 727 MW yang dioperasikan langsung oleh PGE dan 1.205 MW melalui skema Kontrak Operasi Bersama.

GCG BUMN
Portofolio tersebut mencakup sekitar 70% kapasitas panas bumi terpasang nasional. Dengan posisi tersebut, PGE memiliki peran strategis dalam melanjutkan pengembangan energi panas bumi Indonesia secara berkelanjutan. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories