telkomsel halo

Aluminium Pavilion hadir di GIFA METEC 2026

07:09:00 | 13 Aug 2026
Aluminium Pavilion hadir di GIFA METEC 2026
JAKARTA (IndoTelko) - Industri aluminium Indonesia memasuki fase pertumbuhan baru seiring meningkatnya kapasitas produksi dan kebutuhan penguatan rantai nilai dalam negeri. Momentum tersebut menjadi fokus utama penyelenggaraan GIFA dan METEC Indonesia 2026 yang akan menghadirkan Aluminium Pavilion untuk pertama kalinya.

Pameran internasional industri pengecoran logam dan metalurgi tersebut akan berlangsung pada 912 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Acara ini digelar bersamaan dengan Mining Indonesia ke-24 dan ditargetkan menarik sekitar 6.000 pengunjung profesional serta 200 perusahaan dari berbagai negara.

Aluminium Pavilion menjadi salah satu sorotan utama karena dirancang sebagai ruang khusus yang menampilkan teknologi, material, dan solusi untuk mendukung perkembangan industri aluminium nasional, khususnya dalam memperkuat sektor hilir.

Managing Director Messe Düsseldorf Asia, Lars Wismer, menilai Indonesia memiliki posisi strategis dalam industri logam global karena tidak hanya memiliki sumber daya mineral besar, tetapi juga peluang pengembangan manufaktur bernilai tambah.

“Indonesia semakin menjadi pasar penting bagi teknologi pengolahan dan manufaktur maju yang membuka peluang investasi bagi industri logam global,” ujar Lars.

Pertumbuhan industri aluminium nasional dinilai memiliki peluang besar di tengah kondisi pasar global yang masih menghadapi potensi kekurangan pasokan. Berdasarkan proyeksi S&P Global, pasar aluminium dunia diperkirakan mengalami defisit pasokan hingga ratusan ribu ton pada 2026.

Di dalam negeri, kapasitas produksi aluminium primer juga terus meningkat. Data Shanghai Metal Markets menunjukkan kapasitas produksi aluminium primer Indonesia diproyeksikan naik dari sekitar 870 ribu ton pada 2025 menjadi lebih dari 2,5 juta ton pada 2026.

Meski produksi primer meningkat, Indonesia masih memiliki kebutuhan besar terhadap produk aluminium olahan dan teknologi pendukung manufaktur. Kondisi tersebut membuka peluang bagi pengembangan teknologi pengecoran, fabrikasi, pengendalian kualitas, hingga digitalisasi proses produksi.

Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, Hanung Hanindito, mengatakan GIFA dan METEC Indonesia 2026 menjadi wadah bagi industri untuk menemukan teknologi terbaru sekaligus membangun kerja sama bisnis.

“Pameran ini mempertemukan kebutuhan industri dengan solusi yang dapat memberikan nilai tambah bagi perkembangan sektor logam di Indonesia,” kata Hanung.

Penyelenggaraan GIFA dan METEC Indonesia juga sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat hilirisasi mineral dan pengembangan industri manufaktur melalui program Making Indonesia 4.0.

Kebijakan pengolahan bauksit di dalam negeri sejak 2023 turut mendorong peningkatan investasi pada fasilitas pemurnian dan peleburan aluminium. Tahap berikutnya adalah memperkuat ekosistem industri melalui teknologi dan inovasi agar produk nasional memiliki daya saing lebih tinggi.

Pada penyelenggaraan tahun ini, GIFA Indonesia akan menampilkan berbagai teknologi pengecoran dan peleburan logam, sementara METEC Indonesia menghadirkan solusi metalurgi, simulasi proses, digitalisasi manufaktur, hingga teknologi rekayasa industri.

Sejumlah perusahaan internasional dan nasional dijadwalkan berpartisipasi, termasuk penyedia teknologi dari Jerman, Singapura, Italia, Spanyol, Tiongkok, serta pelaku industri dalam negeri.

GCG BUMN
Melalui kolaborasi antara produsen aluminium, industri hilir, penyedia teknologi, dan manufaktur, GIFA dan METEC Indonesia 2026 diharapkan menjadi platform strategis untuk mempercepat penguatan ekosistem industri logam nasional dan membuka peluang investasi bar. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories