telkomsel halo

Erajaya kelola ribuan limbah elektronik untuk bisnis berkelanjutan

07:27:00 | 08 Aug 2026
Erajaya kelola ribuan limbah elektronik untuk bisnis berkelanjutan
JAKARTA (IndoTelko) - PT Erajaya Swasembada Tbk memperkuat komitmen keberlanjutan melalui penerapan konsep circular economy dalam pengelolaan material operasional perusahaan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ritel yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).

Atas implementasi program pengelolaan limbah berkelanjutan tersebut, Erajaya berhasil meraih Anugerah Khusus Sektor Barang Konsumen dalam ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026.

Melalui konsep Circular Retail Ecosystem, Erajaya memetakan berbagai jenis material yang berasal dari aktivitas bisnis, mulai dari toko ritel, gudang, kantor, pusat layanan, hingga kegiatan promosi. Material tersebut kemudian dikelola agar memiliki siklus hidup lebih panjang melalui proses pemanfaatan kembali, daur ulang, maupun upcycling.

Group Chief of HC, GA, Litigations & CSR Erajaya Group, Jimmy Peranginangin mengatakan, ekonomi sirkular tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan limbah, tetapi juga bagaimana perusahaan melihat material sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai.

“Circular economy bukan sekadar tentang mengelola limbah, tetapi bagaimana kami memandang setiap material sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai. Kami berupaya mengidentifikasi peluang agar material tersebut dapat dimanfaatkan kembali secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar Jimmy.

Dalam penerapannya, Erajaya mengelola berbagai jenis material, termasuk limbah elektronik (e-waste), material branding, plastik, kertas, kardus, hingga limbah organik.

Setiap jenis material mendapatkan perlakuan berbeda sesuai karakteristiknya, mulai dari proses pemilahan, pengelolaan bersama mitra berizin, hingga pemanfaatan kembali melalui kegiatan daur ulang dan kolaborasi dengan pelaku UMKM.

Hingga saat ini, Erajaya mencatat telah mengelola 54 ton limbah operasional, 3.911 unit e-waste, serta mendaur ulang lebih dari 175 kilogram sampah plastik.

Selain mengurangi dampak lingkungan, program tersebut juga memberikan nilai sosial melalui kerja sama dengan UMKM yang memanfaatkan kembali sejumlah material menjadi produk bernilai tambah.

Dorong Kolaborasi dan Tata Kelola ESG

Erajaya memperkuat program ini melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari mitra pengelola limbah berizin, komunitas, pelaku usaha, hingga karyawan.

Perusahaan juga menerapkan sistem pemantauan dan pelaporan untuk memastikan implementasi ESG berjalan secara terintegrasi dalam operasional bisnis.

Selain pengelolaan material, Erajaya turut menjalankan program edukasi dan kampanye ESG yang melibatkan lebih dari 1.000 peserta guna meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya keberlanjutan.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Erajaya berharap dapat mengurangi dampak lingkungan, meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, serta menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan pemangku kepentingan.

GCG BUMN
Ke depan, perusahaan akan terus mengembangkan praktik circular economy sebagai bagian dari strategi memperkuat Circular Retail Ecosystem dan membangun model bisnis yang lebih berkelanjutan. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories