JAKARTA (IndoTelko) Meningkatnya tren belanja online mendorong kebutuhan layanan logistik yang lebih sesuai dengan karakteristik barang yang dikirim. Menjawab kondisi tersebut, Lion Parcel menghadirkan layanan MINIPACK yang ditujukan khusus untuk pengiriman paket dengan berat di bawah 300 gram.
Chief Marketing Officer Lion Parcel, Kenny Kwanto, mengatakan semakin banyak pelanggan mengirimkan barang ringan, namun masih harus membayar ongkos kirim dengan tarif minimum satu kilogram. Kondisi itu dinilai kurang efisien karena biaya pengiriman tidak mencerminkan berat aktual paket.
Menurutnya, layanan MINIPACK hadir agar pelanggan dapat menikmati tarif yang lebih ekonomis tanpa mengurangi kecepatan pengiriman. Sebagai contoh, pengiriman rute JakartaMakassar dikenakan tarif Rp23.000 atau sekitar 50% lebih murah dibanding layanan reguler yang mencapai Rp46.000 per kilogram. Sementara rute JakartaMedan dipatok Rp18.000, lebih hemat dibanding tarif reguler Rp36.000.
Berdasarkan data internal Lion Parcel, terdapat sejumlah kategori barang yang paling sering dikirim dengan bobot di bawah 300 gram. Di antaranya dokumen dan buku, produk fesyen serta aksesori seperti hijab, kaus kaki dan perhiasan, produk beauty & personal care seperti serum, sunscreen dan lipstik, hingga perlengkapan gadget seperti charger, kabel data, casing ponsel dan jam tangan.
Kenny menilai masih banyak masyarakat yang belum mengetahui berat sebenarnya dari barang yang dikirim. Padahal, memahami bobot paket memungkinkan pelanggan memilih layanan yang lebih sesuai sehingga biaya pengiriman menjadi lebih efisien.
Selain menawarkan tarif yang lebih hemat, layanan MINIPACK juga dilengkapi program “Bayar Ongkir di Tempat, Gak Bayar Kalau Telat” untuk pengiriman dengan metode pembayaran COD Ongkir. Program tersebut memberikan pembebasan biaya ongkir apabila pengiriman terlambat sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Melalui layanan ini, Lion Parcel berharap pelanggan dapat menikmati ongkos kirim yang lebih adil karena disesuaikan dengan berat aktual paket, sekaligus mengikuti tren meningkatnya pengiriman barang berukuran kecil di Indonesia. (mas)