telkomsel halo

Sequis Life dorong perempuan wirausaha melek digital

05:58:00 | 31 Jul 2026
Sequis Life dorong perempuan wirausaha melek digital
JAKARTA (IndoTelko) - PT Asuransi Jiwa Sequis Life memperkuat pemberdayaan perempuan pelaku usaha melalui program Sequis SHEPRENEUR Learning Series. Memasuki sesi pembelajaran tahap kedua, program ini membekali peserta dengan wawasan mengenai keamanan data pribadi dan strategi pemanfaatan ekonomi kreator untuk mengembangkan bisnis.

Kegiatan yang berlangsung pada 28 Juli 2026 tersebut menghadirkan Data Protection Officer Sequis Life, Atika Rahma, serta Entrepreneur Professional Consultant Trisnia Anchali Kardia. Materi yang diberikan mencakup perlindungan aset digital dan pemanfaatan creator economy sebagai strategi memperluas pasar.

Atika Rahma menyampaikan, meningkatnya aktivitas digital turut membawa tantangan baru bagi pelaku usaha, terutama terkait keamanan data pribadi. Data kini tidak hanya menjadi informasi, tetapi juga aset bernilai yang harus dikelola secara bertanggung jawab.

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai lebih dari 235 juta pengguna atau sekitar 81,72% dari populasi. Namun, peningkatan aktivitas digital juga diikuti risiko keamanan siber. Pada kuartal III 2025, tercatat sekitar 944 ribu akun terdampak kebocoran data dengan potensi kerugian ekonomi mencapai lebih dari Rp9 triliun.

“Keamanan data menjadi isu yang tidak boleh diabaikan. Pelaku usaha perlu memahami risiko dan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam mengelola data pribadi maupun data pelanggan,” ujar Atika.

Ia menambahkan, pelaku usaha dapat memperkuat perlindungan data melalui langkah sederhana seperti penggunaan kata sandi yang kuat, aktivasi verifikasi dua langkah, pembatasan akses data, hingga memastikan penggunaan data pelanggan sesuai aturan dalam Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).

Selain aspek keamanan digital, peserta SHEPRENEUR juga mendapatkan pembekalan mengenai peluang bisnis melalui creator economy. Trisnia Anchali Kardia menjelaskan bahwa kolaborasi dengan kreator dapat menjadi strategi bagi merek untuk meningkatkan visibilitas, membangun kepercayaan konsumen, dan mendorong pertumbuhan penjualan.

Menurut Anchali, keberhasilan creator marketing tidak hanya bergantung pada jumlah pengikut kreator, tetapi juga relevansi audiens dan tingkat interaksi yang dihasilkan.

“Memilih kreator yang tepat dengan audiens sesuai target pasar menjadi faktor penting agar kolaborasi memberikan dampak nyata bagi bisnis,” jelasnya.

Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai strategi creator economy, mulai dari influencer marketing, user generated content (UGC), affiliate marketing, livestream commerce, hingga community marketing.

Indonesia sendiri menjadi salah satu pasar creator economy terbesar di Asia Tenggara dengan lebih dari 17 juta content creator. Potensi ini semakin besar karena sekitar 52% konsumen Indonesia pernah membeli produk berdasarkan rekomendasi kreator atau influencer.

GCG BUMN
Melalui program Sequis SHEPRENEUR, Sequis Life menegaskan komitmennya untuk mendukung perempuan pengusaha melalui peningkatan literasi keuangan, penguatan kapasitas bisnis, serta pembekalan keterampilan digital agar mampu menghadapi perubahan ekonomi berbasis teknologi. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories